Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana 24 Jam Terakhir di Sejumlah Wilayah

0
44
Banjir
Petugas gabungan membersihkan rumah warga dari banjir yang melanda di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin, 23 Februari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam hingga Kamis, 26 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan dampak cuaca ekstrem masih mendominasi.

Banjir dilaporkan melanda Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin (23/2) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.21 hingga 19.15 WIB. Akibatnya, sembilan desa dan dua kelurahan di tujuh kecamatan terendam banjir dengan tinggi muka air mencapai 10 hingga 15 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 196 kepala keluarga terdampak. Selain itu, satu unit jembatan mengalami kerusakan dan sekitar 800 meter persegi lahan pertanian turut terendam. Banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Rabu (25/2), namun BPBD Kabupaten Bondowoso masih bersiaga dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (25/2) akibat hujan lebat yang berlangsung antara pukul 16.00 hingga 18.00 WITA. Banjir berdampak pada lima desa di Kecamatan Bolo dan Madapangga.

BPBD Kabupaten Bima melaporkan sebanyak 257 kepala keluarga terdampak, dengan kerugian materiil berupa 233 unit rumah yang terendam. Tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk melakukan koordinasi, kaji cepat, dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Hingga malam hari, genangan di sebagian besar wilayah dilaporkan telah berangsur surut.

Di wilayah timur Indonesia, banjir juga merendam Desa Ohoi Fako, Kecamatan Kei Besar, di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Minggu (22/2). Banjir dipicu oleh luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut.

BPBD Provinsi Maluku mencatat sebanyak 51 jiwa terpaksa mengungsi. Kerugian materiil meliputi 22 unit rumah terdampak, dua unit rumah rusak ringan, tiga akses jalan terdampak, serta dua talud mengalami kerusakan. Akses jalan penghubung antar desa juga dilaporkan terhambat akibat material longsoran. Hingga Rabu (25/2), tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang juga menerjang Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (25/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Dampak peristiwa ini dirasakan warga di 10 desa di delapan kecamatan.

BPBD Kabupaten Klaten mencatat sedikitnya delapan kepala keluarga terdampak, sementara tiga orang mengalami luka ringan. Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.

Menyikapi tingginya potensi bahaya hidrometeorologi di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air. Masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai angin kencang serta menjauhi pohon besar yang berpotensi tumbang.

BNPB juga mendorong masyarakat untuk melakukan aksi dini dalam merespons peringatan bahaya hidrometeorologi melalui kesiapsiagaan di tingkat keluarga serta optimalisasi jejaring komunikasi, seperti grup WhatsApp maupun radio komunikasi yang dikelola BPBD hingga aparat kecamatan dan desa.