BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit dan UMKM Tumbuh Kuat

0
64
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
DOK: BRI

(Vibizmedia-Nasional) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bank pelat merah tersebut mencatat laba bersih sebesar Rp57,132 triliun, ditopang pertumbuhan kredit yang sehat, likuiditas kuat, serta kualitas aset yang terus membaik.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa stabilitas inflasi, konsumsi domestik yang terjaga, serta kebijakan moneter yang akomodatif menjadi fondasi positif bagi industri perbankan sepanjang tahun lalu.

“Kombinasi faktor tersebut memberikan ruang ekspansi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Hery di Jakarta, Kamis (26/2).

Sepanjang 2025, total aset BRI tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2.135 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,4 persen yoy menjadi Rp1.467 triliun, dengan dominasi dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 70,6 persen. Struktur pendanaan yang efisien tersebut mendorong penurunan cost of fund ke level 2,9 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 12,3 persen yoy menjadi Rp1.521 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Fokus utama pembiayaan tetap pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur sepanjang 2025. Sektor pertanian tercatat sebagai penerima KUR terbesar, mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung ekonomi produktif di daerah.

Transformasi digital juga terus diperkuat melalui program BRIVolution Reignite. Super app BRImo kini digunakan oleh 45,9 juta nasabah dengan nilai transaksi mencapai ribuan triliun rupiah. Selain itu, jaringan agen BRILink telah menembus 1,1 juta agen yang tersebar hingga pelosok desa, memperluas akses layanan keuangan dan mendorong inklusi keuangan nasional.

Di luar kinerja bisnis, BRI turut aktif mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari pembiayaan rumah subsidi, penyaluran bantuan sosial non-tunai, hingga pemberdayaan desa dan pengembangan klaster usaha.

Dengan rasio permodalan yang kuat serta profil risiko yang terjaga, BRI optimistis melanjutkan ekspansi pada 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan yang tidak hanya berkelanjutan secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.