Mentan Targetkan Kontrak Cetak Sawah 101 Ribu Hektare Rampung dalam Sebulan

0
43
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai langkah strategis untuk memperkuat swasembada pangan nasional.

Dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (25/2/2026), Mentan Amran meminta seluruh jajaran, termasuk Tentara Nasional Indonesia, mempercepat penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam waktu satu bulan. Ia menekankan bahwa target kontrak 101 ribu hektare tersebut harus tuntas sesuai jadwal dan menjadi prioritas utama.

Percepatan difokuskan di sejumlah provinsi prioritas, antara lain Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.

Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global. Ia menyoroti ketidakpastian iklim dunia, termasuk potensi El Nino, yang menuntut langkah antisipatif. Jika pangan terganggu, stabilitas negara pun dapat terdampak, sehingga seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama menjaga kedaulatan pangan.

Mentan Amran juga mengingatkan pengalaman krisis pangan global saat El Nino 2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia tidak boleh bergantung pada impor. Karena itu, perluasan areal tanam melalui cetak sawah baru menjadi kunci penguatan produksi dalam negeri.

Ia turut mengapresiasi capaian swasembada yang berhasil dipercepat dari target empat tahun menjadi satu tahun berkat sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, petani, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL). Keberhasilan tersebut, tegasnya, merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pihak.

Selain itu, ia menyebut kebijakan penguatan produksi dalam negeri telah berkontribusi pada stabilitas harga pangan global, termasuk membantu menekan harga beras dunia. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tetap fokus menyelesaikan target kontrak cetak sawah hingga Maret 2026 dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.

Di akhir arahannya, Mentan Amran menyampaikan apresiasi Presiden kepada seluruh jajaran TNI hingga tingkat bawah yang terlibat dalam percepatan swasembada pangan. Ia optimistis, dengan sinergi yang solid, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada, tetapi juga memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan dunia.