Indonesia Targetkan Penurunan Kematian Kanker Payudara 2,5 Persen per Tahun

0
69
Foto: Kemenkes

(VIbizmedia – Jakarta) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyosialisasikan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara 2025–2034 sebagai strategi nasional untuk mengejar target World Health Organization (WHO), yakni penurunan angka kematian akibat kanker payudara sebesar 2,5 persen per tahun.

Diseminasi tersebut diperkuat melalui forum Public Private Community Partnership (PPCP) yang digelar di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (26/2). Forum setengah hari ini mempertemukan unsur pemerintah, organisasi profesi, sektor swasta, serta komunitas penyintas guna membangun kolaborasi dalam mengatasi kesenjangan akses layanan kanker di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa perbedaan angka kematian akibat kanker payudara antara negara maju dan berkembang sangat dipengaruhi oleh akses layanan kesehatan.

Menurut Dante, di negara berpendapatan tinggi angka mortalitas menurun karena kesadaran deteksi dini dan akses pengobatan sudah lebih baik. Sebaliknya, di negara berpendapatan rendah dan menengah, kematian masih relatif tinggi akibat keterbatasan akses layanan.

Ia menegaskan bahwa WHO telah menetapkan target penurunan mortalitas 2,5 persen per tahun bagi setiap negara, termasuk Indonesia. Untuk itu, Kemenkes menyusun RAN Kanker Payudara 2025–2034 sebagai panduan terarah dalam mempercepat upaya pengendalian penyakit ini.

Dante berharap forum PPCP tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi berlanjut dalam bentuk aksi kolaboratif nyata seperti program bersama, proyek percontohan, hingga dukungan pendanaan, dengan tujuan utama meningkatkan angka kesembuhan (cure) dan kualitas hidup pasien (palliate).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Siti Nadia Tarmizi, memaparkan pentingnya penguatan sistem deteksi dini. Berdasarkan data Kemenkes, dari 14 juta perempuan sasaran, baru 4,1 juta yang menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut ditemukan 20 ribu kasus kelainan, namun hanya sekitar 6.000 yang melanjutkan pengobatan, dan hanya separuhnya yang berhasil mengakses rumah sakit.

Menurut Nadia, tantangan utama terletak pada keraguan masyarakat untuk memeriksakan diri serta belum optimalnya sinkronisasi sistem rujukan, sehingga sebagian pasien tidak melanjutkan penanganan hingga tuntas.

RAN Kanker Payudara 2025–2034 mengacu pada tiga pilar WHO Global Breast Cancer Initiative, yakni:

* **Deteksi dini**, dengan target 60 persen pasien terdiagnosis pada stadium awal;
* **Diagnosis cepat**, dengan penegakan diagnosis maksimal 60 hari sejak gejala awal;
* **Pengobatan tuntas**, dengan lebih dari 80 persen pasien menerima terapi hingga selesai.

Selain itu, rencana aksi ini memuat lima strategi utama, meliputi promosi kesehatan, peningkatan deteksi dini, perluasan akses layanan bermutu, penguatan registrasi kanker, serta koordinasi kemitraan multipihak.

Melalui forum PPCP, pemerintah membuka ruang kolaborasi yang luas untuk mencapai target angka kesintasan lima tahun sebesar 70 persen bagi pasien kanker payudara di Indonesia.

Informasi ini disampaikan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk keterangan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [kontak@kemkes.go.id](mailto:kontak@kemkes.go.id).