
(Vibizmedia – Nasional) Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan, Laziz Kudratov secara resmi meluncurkan Perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (FTA) yang berlangsung secara daring di Jakarta, Senin (2 Mar).
Mendag Busan menyampaikan bahwa peluncuran perundingan ini menandai babak baru dalam hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Uzbekistan. Uzbekistan merupakan mitra strategis di kawasan Asia Tengah yang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas perdagangan regional dan global.
Mendag Busan meyakini bahwa Indonesia-Uzbekistan FTA akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara. Menurutnya, perundingan ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, menurunkan hambatan tarif dan nontarif, serta menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor Indonesia, terutama ke kawasan nontradisional seperti Asia Tengah yang memiliki potensi besar di sektor tekstil, produk pertanian, makanan olahan, farmasi, serta produk manufaktur lainnya.
Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Persetujuan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi (Agreement on Trade and Investment Cooperation). Persetujuan ini akan membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group) antarkedua negara yang bertugas mengidentifikasi peluang, memfasilitasi penyelesaian hambatan perdagangan, serta memperkuat kerja sama investasi yang saling menguntungkan.
Sementara itu, Menteri Laziz Kudratov menyambut baik dimulainya perundingan FTA ini dan menyatakan komitmen pemerintah Uzbekistan untuk mempererat kemitraan ekonomi dengan Indonesia. Ia menilai Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara dan pintu masuk strategis ke pasar ASEAN.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin dan Duta Besar Uzbekistan untuk RI, Oybek Eshonov.
Pada kesempatan ini, Mendag didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono; Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Johni Martha; Direktur Perundingan Bilateral, Danang Prasta Danial; dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag, N M Kusuma Dewi.








