BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana 24 Jam Terakhir

0
39
Banjir
Penanganan di lokasi terdampak banjir yang melanda sejumlah desa di sembilan Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, sejak Senin, 2 Maret 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 24 jam terakhir hingga Rabu, 4 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data Direktorat Koordinator Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan dampak cuaca ekstrem masih mendominasi.

Banjir terjadi di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (3/3). Hujan berintensitas sedang hingga lebat menyebabkan peningkatan debit Sungai Kepil serta banjir lahar hujan di Sungai Senowo.

Sebanyak enam desa di tiga kecamatan—Dukun, Sawang, dan Mungkid—terdampak. BPBD Provinsi Jawa Tengah melaporkan satu orang meninggal dunia, enam orang luka ringan, dan empat orang masih dalam pencarian setelah terbawa arus. Kerugian materiil meliputi satu truk hanyut, satu jembatan putus, dan tiga jembatan terdampak.

BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan kaji cepat dan terus melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan hingga Rabu (4/3). Korban yang berhasil dievakuasi telah mendapatkan penanganan medis intensif.

Di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, banjir dilaporkan terjadi pada Senin (2/3) akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan genangan di permukiman warga.

Sebanyak 3.077 Kepala Keluarga (KK) di 16 desa dan sembilan kecamatan terdampak. BPBD Kabupaten Pasuruan mengerahkan tim reaksi cepat untuk asesmen dan koordinasi penanganan.

Memasuki Selasa (3/3), sejumlah desa seperti Prodo, Menyarik, Tambakan, Kalianyar, dan Sidogiri mulai mengalami penurunan debit air. Namun, di beberapa titik genangan masih terpantau dengan tinggi muka air antara 5 hingga 120 sentimeter.

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang juga melanda Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Senin (2/3) pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Kecamatan Padas.

Sebanyak 45 KK terdampak. Kerugian materiil meliputi 32 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, serta satu ruas jalan terdampak. Hingga Selasa (3/3), tim BPBD masih melakukan penanganan dan pendataan lanjutan.

Di wilayah timur Indonesia, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (3/3) pukul 09.30 WITA.

Tiga desa terdampak, yakni Desa Aik Bukak (Kecamatan Batukliang Utara), Desa Sukadana (Kecamatan Pujut), dan Desa Selebung (Kecamatan Batukliang). Sebanyak 33 KK terdampak dan dua orang mengalami luka ringan. Tim kaji cepat mencatat 33 unit rumah terdampak. Hingga Selasa (3/3), kondisi dilaporkan telah kondusif.

Selain bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, pada Selasa (3/3).

BPBD Kabupaten Lingga mencatat luas lahan terbakar di Kecamatan Lingga mencapai 1,5 hektare. Proses pemadaman dilakukan bersama dinas pemadam kebakaran menggunakan satu unit mobil tangki air dan dua unit mesin pompa.

BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi yang masih tinggi. Optimalisasi sistem peringatan dini, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat dinilai krusial.

Masyarakat juga diminta tetap waspada saat terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras dan angin kencang.

Sebagai upaya mitigasi, pemanfaatan jejaring komunikasi seperti grup WhatsApp dan radio handheld transceiver yang dikelola BPBD hingga tingkat kecamatan dan desa terus dioptimalkan untuk penyampaian informasi peringatan dini secara cepat dan efektif.