
(Vibizmedia – Bogor) Brantas Abipraya kembali mendapat kepercayaan untuk menggarap proyek strategis nasional berupa pembangunan Gene Bank (Bank Genomik Nasional) di kawasan RS Dr. H. Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat penyimpanan dan riset material genetik terbesar di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas genomik memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan gedung konvensional karena memerlukan standar teknis dan keamanan yang sangat ketat.
Menurutnya, Gene Bank dirancang dengan spesifikasi khusus untuk mendukung penyimpanan material genetik, laboratorium riset genomik, serta sistem pengolahan data berkapasitas besar. Pengendalian suhu dan kelembapan presisi, hingga sistem keamanan berlapis, menjadi komponen vital dalam proyek ini.
Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 25.000 meter persegi dengan luas bangunan 22.699 meter persegi dan terdiri dari delapan lantai. Selain sistem kontrol lingkungan berteknologi tinggi, gedung ini juga akan dilengkapi infrastruktur keamanan berstandar tinggi serta dukungan teknologi informasi untuk pengelolaan big data genomik. Proyek ditargetkan selesai pada 2027.
Keterlibatan BUMN Karya ini menegaskan peran perusahaan tidak hanya sebagai pembangun infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan sektor kesehatan dan riset nasional.
Perusahaan memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan sesuai standar mutu, keselamatan kerja, dan target waktu yang telah ditetapkan. Pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek strategis nasional menjadi bekal utama untuk menjamin kualitas pembangunan Gene Bank.
Secara strategis, kehadiran Gene Bank Nasional diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan Indonesia, termasuk pengembangan terapi berbasis genetik serta penguatan kedaulatan data kesehatan nasional.
Brantas Abipraya menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam proyek ini dan meyakini fasilitas tersebut akan membawa Indonesia semakin siap memasuki era pengobatan presisi berbasis genomik.








