Konsolidasikan Para Tokoh dan Parpol, Presiden Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

0
65
Tokoh Bangsa
Presiden Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi dan diskusi bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa malam, 3 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah terus memperkuat konsolidasi nasional dalam merespons dinamika global yang kian kompleks. Dalam pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Selasa (3/3/2026), Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kesatuan sikap dan kesiapsiagaan nasional guna menjaga stabilitas serta keamanan negara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, kepada awak media usai pertemuan di lingkungan Istana.

“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” ujar Bahlil.

Menurutnya, pertemuan tersebut dihadiri para tokoh bangsa, termasuk Presiden dan Wakil Presiden terdahulu, Menteri Luar Negeri terdahulu, serta sejumlah ketua umum partai politik. Dalam forum yang berlangsung sekitar empat jam itu, dibahas perkembangan geopolitik global serta kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Bahlil menegaskan bahwa langkah-langkah yang ditempuh pemerintah saat ini merupakan bentuk kesiapan strategis dalam mengantisipasi dampak krisis global terhadap Indonesia.

“Kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden, dan juga kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzammil Yusuf, menilai keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) merupakan pilihan paling realistis di tengah situasi global yang penuh tantangan.

“Beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal,” ujar Almuzammil.

Terkait situasi yang tengah berkembang di Iran dan Israel, Almuzammil menyampaikan bahwa Indonesia telah bersikap strategis dan responsif dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menekankan pentingnya kesiapan di sektor pertahanan, ketahanan pangan, serta energi nasional.

“Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita,” tuturnya.

Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah aktif pemerintah untuk menyatukan pandangan lintas elemen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional. Konsolidasi ini juga menjadi wujud komitmen dalam menciptakan ruang kolaboratif dan inklusif dalam penyelenggaraan negara, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.