Pemerintah Dorong Penempatan 4.000 PMI ke Jerman Secara Aman dan Terlindungi

0
78
Penandatanganan MoU antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH terkait penempatan sekitar 4.000 pekerja migran Indonesia ke Jerman. (Foto: Kementerian P2MI)

(Vibizmedia – Jakarta) Mukhtarudin menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi lintas kementerian dalam memperluas akses kerja luar negeri yang aman, prosedural, dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara PT Tenriawaru Elite Internasional dan Aurelium Global Talent GmbH terkait rencana penempatan sekitar 4.000 pekerja migran Indonesia ke Jerman.

Mukhtarudin menjelaskan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang sebelumnya digelar secara kolaboratif oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Kementerian Perdagangan. Ia menekankan bahwa penempatan pekerja migran tidak hanya dipandang sebagai mobilitas tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi ekonomi dan penguatan ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global.

Menurutnya, aspek penempatan dan pelindungan menjadi prioritas utama. Setiap calon pekerja migran wajib melalui proses persiapan komprehensif sebelum diberangkatkan, mulai dari verifikasi dokumen, peningkatan kompetensi, penguatan pemahaman kontrak kerja, hingga pembekalan terkait sistem ketenagakerjaan di negara tujuan.

Ia menegaskan bahwa proses penempatan harus dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyiapan yang matang dinilai penting agar pekerja tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga memahami hak dan kewajiban mereka.

Mukhtarudin menambahkan, pelindungan diberikan secara menyeluruh sejak tahap pra-penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga pasca-kepulangan ke tanah air.

Kerja sama ini membuka peluang kerja di sejumlah sektor strategis di Jerman, antara lain perhotelan, ritel modern, dan layanan kesehatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan atas dukungan dalam membuka akses pasar dan memperluas jejaring kemitraan internasional.

Menurutnya, kolaborasi antarkementerian menjadi kunci agar peluang kerja yang tercipta mampu memberikan manfaat optimal bagi pekerja migran sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global sektor jasa.

Ia berharap implementasi kerja sama tersebut berjalan konsisten dan berkelanjutan dengan tata kelola penempatan yang baik serta jaminan pelindungan maksimal. Kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan yang kredibel dan berkelanjutan, sejalan dengan sistem pelindungan yang kuat bagi pekerja migran Indonesia.