Presiden Prabowo Bahas Eskalasi Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dari Iran

0
43
Menteri Luar Negeri
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan keterangannya kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Prabowo Subianto membahas perkembangan situasi domestik dan global terkini, termasuk dinamika yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah, dalam acara silaturahmi dan diskusi bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026).

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap eskalasi yang terjadi di kawasan tersebut dan dampaknya terhadap kepentingan Indonesia, termasuk keselamatan warga negara Indonesia (WNI).

“Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan situasi baik global maupun domestik selama beberapa waktu belakangan ini, termasuk juga situasi terakhir yang kita ketahui bersama sedang berkembang di Timur Tengah,” ujar Sugiono kepada awak media usai pertemuan.

Terkait meningkatnya eskalasi, pemerintah disebut telah mengambil langkah antisipatif untuk melindungi WNI, khususnya yang berada di Iran. Sugiono mengungkapkan dirinya telah memerintahkan Duta Besar Republik Indonesia di Teheran untuk menyiapkan langkah-langkah evakuasi secara bertahap.

“Perlu diketahui, dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” katanya.

Menlu menegaskan bahwa situasi masih sangat dinamis dan pemerintah akan terus memantau perkembangan secara saksama. Presiden, lanjutnya, mengingatkan seluruh jajaran untuk bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Dalam kesempatan itu, Sugiono juga mengungkapkan telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran. Dalam pembicaraan tersebut, Iran menjelaskan posisinya, sementara Indonesia menegaskan sikap konsistennya terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.

“Kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal yang berakibat pada terjadinya eskalasi. Kita juga menekankan prinsip penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan wilayah suatu negara, serta pentingnya kembali ke meja perundingan,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga menyampaikan kesiapan untuk berperan sebagai mediator guna membantu meredakan ketegangan. “Kami menyampaikan kembali keinginan Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” kata Sugiono.

Pemerintah memastikan akan terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di kawasan terdampak serta memperbarui langkah-langkah perlindungan WNI sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.