Kemenperin Pastikan Industri Tekstil dan Alas Kaki Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Saat Lebaran

0
50
Industri Tekstil
Ilustrasi industri tekstil. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki nasional siap memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri TPT dan alas kaki nasional menunjukkan kinerja yang stabil serta memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang secara historis meningkat pada periode Ramadan dan Idulfitri.

“Setiap tahun, momentum Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat terhadap produk tekstil dan alas kaki. Berdasarkan koordinasi kami dengan pelaku usaha dan asosiasi industri, kapasitas produksi nasional saat ini berada dalam kondisi optimal dan siap memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3).

Industri TPT dan alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur prioritas yang bersifat padat karya dan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada tahun 2025, industri TPT mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 3,55 persen secara tahunan (C-to-C) dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 0,97 persen.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Rizky Aditya Wijaya menjelaskan bahwa sektor industri TPT terus menjalankan fungsi sosial-ekonominya sebagai sektor padat karya dengan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pada Agustus 2025, jumlah tenaga kerja di sektor ini mencapai sekitar 3,96 juta orang, meningkat dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,76 juta orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri TPT masih menjadi salah satu tulang punggung penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur.

Untuk memastikan kesiapan industri dalam menghadapi lonjakan permintaan, Kementerian Perindustrian terus melakukan berbagai langkah strategis, antara lain melalui pemantauan kapasitas produksi, penguatan pasokan bahan baku, serta koordinasi distribusi dan logistik.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan produsen bahan baku seperti serat, benang, kain, serta bahan baku alas kaki agar pasokan tetap lancar dan harga tetap stabil.

Kementerian Perindustrian juga memperketat pengawasan terhadap praktik impor pakaian bekas atau thrifting ilegal yang dinilai dapat merugikan industri dalam negeri, khususnya pelaku industri kecil dan menengah.

“Kami terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal. Langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional serta memberikan ruang yang lebih besar bagi produk dalam negeri untuk berkembang di pasar domestik,” tegas Rizky.

Berdasarkan laporan pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), produksi pada beberapa segmen produk mengalami peningkatan sejak awal tahun 2026.

Peningkatan tersebut terutama terjadi pada produk busana muslim, kain sarung, pakaian anak, sepatu kasual, dan sandal yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Idulfitri.

Momentum Ramadan dan Idulfitri juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja tambahan guna memenuhi peningkatan pesanan produksi.

Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan produktivitas, transformasi teknologi, penerapan industri 4.0, serta penguatan pasar domestik. Pemerintah juga mendorong pelaku industri memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran sekaligus memperkuat branding produk dalam negeri.

Rizky menyampaikan optimisme bahwa industri TPT dan alas kaki nasional mampu memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri secara maksimal, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga untuk memperkuat kinerja industri dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat industri nasional serta menciptakan kemandirian ekonomi bangsa.