Rumah Sakit Diminta Siaga Selama Mudik Lebaran, PERSI Tekankan Layanan 24 Jam

0
42
Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo dalam konferensi pers bersama BPJS Kesehatan, Senin (9/3/2026). (Foto: BPJS Kesehatan)

(Vibizmedia – Jakarta) Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menegaskan kesiapan jaringan rumah sakit anggotanya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara optimal selama masa libur Lebaran 2026. Seluruh rumah sakit dipastikan tetap beroperasi selama 24 jam setiap hari guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh rumah sakit anggota di Indonesia. Surat tersebut berisi arahan kepada manajemen rumah sakit agar melakukan berbagai persiapan menghadapi periode libur panjang Idulfitri.

“Kesiapan tersebut meliputi pengaturan tenaga medis, ketersediaan logistik kesehatan, serta pengecekan fasilitas pendukung layanan rumah sakit,” ujar Bambang dalam konferensi pers bersama BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (9/3/2026).

PERSI juga menekankan beberapa langkah penting yang perlu dilakukan manajemen rumah sakit agar pelayanan tetap berjalan lancar selama masa libur Lebaran.

Pertama, rumah sakit diminta mengatur jadwal dokter jaga dan tenaga kesehatan secara optimal sehingga pelayanan tetap berjalan meskipun sebagian tenaga medis mengambil cuti Lebaran.

Kedua, manajemen rumah sakit harus memastikan kelancaran rantai pasok logistik kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan di instalasi farmasi serta berbagai perlengkapan medis lainnya.

Ketiga, rumah sakit perlu melakukan pengecekan terhadap fasilitas vital, seperti generator listrik (genset), alat pemadam kebakaran, hingga kesiapan menghadapi situasi darurat maupun potensi bencana.

IGD dan Layanan Cuci Darah Tetap Beroperasi

PERSI memastikan bahwa meskipun sebagian klinik rawat jalan biasanya tutup saat libur nasional, layanan kesehatan yang bersifat darurat dan vital tetap akan beroperasi.

Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta unit hemodialisis atau cuci darah dipastikan tetap tersedia untuk melayani pasien yang membutuhkan penanganan segera maupun terapi rutin.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran, PERSI juga menekankan pentingnya koordinasi antara rumah sakit dan posko kesehatan di jalur mudik yang disiapkan oleh BPJS Kesehatan.

Menurut Bambang Wibowo, komunikasi yang terintegrasi antara posko kesehatan dan rumah sakit rujukan menjadi kunci untuk mempercepat penanganan pasien, khususnya korban kecelakaan di jalur mudik.

“Koordinasi dengan rumah sakit rujukan utama sangat penting agar komunikasi berjalan baik. Dengan demikian, ketika ada rujukan dari posko kesehatan, rumah sakit sudah siap menerima pasien,” ujarnya.

Koordinasi ini dinilai sangat krusial, terutama untuk menangani kecelakaan di jalur dengan tingkat risiko tinggi seperti jalan tol. Dengan kesiapan fasilitas serta sistem rujukan yang cepat dan terkoordinasi, diharapkan angka fatalitas kecelakaan selama periode mudik dapat ditekan.