Targetkan Pertumbuhan 5,5 Persen, Pemerintah Dongkrak Konsumsi Lewat BINA

0
125
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.

“Saya monitor BINA, targetnya sekarang Rp53 triliun. Ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap program ini dapat terus mendorong konsumsi dalam negeri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3).

Airlangga menjelaskan, program BINA merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pasar domestik sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai promosi dan program belanja yang digelar selama Ramadan hingga Idulfitri, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat.

Program BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, serta lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan juga turut berpartisipasi dengan menawarkan beragam promosi dan potongan harga bagi masyarakat.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Stimulus tersebut antara lain berupa bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan nilai total mencapai Rp11,92 triliun, serta pemberian diskon tarif transportasi selama periode mudik.

Pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Momentum konsumsi masyarakat juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi daring turut menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan nilai total sekitar Rp220 miliar.

“Kami berharap momentum ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama. Kuartal pertama harus kita dorong agar lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujar Airlangga.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dapat mencapai sekitar 5,5 persen. Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat serta pertumbuhan penjualan di sektor ritel.

Selain memperkuat konsumsi, Airlangga juga menekankan pentingnya melindungi produksi dalam negeri. Menurutnya, banyak negara berlomba mencari pasar besar, sementara Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang sangat kuat.

“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi, karena semua negara mencari market yang besar. Indonesia dengan 287 juta penduduk merupakan salah satu pasar terbesar di ASEAN,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri antara lain oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja, serta sejumlah pemangku kepentingan dari sektor ritel dan ekonomi digital.