BNPB Catat Karhutla dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah, Ratusan Warga Terdampak

0
40
Kebakaran hutan
Ilustrasi kebakaran hutan. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode 10–11 Maret 2026. Memasuki akhir dasarian pertama Maret, beberapa daerah dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), angin kencang, hingga banjir yang berdampak pada pemukiman warga.

Kejadian pertama tercatat di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, yang mengalami kebakaran hutan dan lahan pada Minggu (8/3) hingga Senin (9/3). Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 25 hektar lahan yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan. Hingga saat ini, sumber api belum dapat dipastikan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Wilayah terdampak meliputi Desa Pengudang di Kecamatan Teluk Sebong serta Desa Gunung Kijang dan Kelurahan Kawal di Kecamatan Gunung Kijang. Rincian lahan yang terbakar antara lain 10 hektar di Desa Pengudang, 3 hektar di Kelurahan Kawal, 5 hektar di Desa Gunung Kijang, 2 hektar di Lintas Timur Toapaya Selatan, serta 5 hektar di perbatasan Kelurahan Kawal dan Desa Gunung Kijang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
sss
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah terdampak, sementara BPBD Kabupaten Bintan bersama tim pemadam kebakaran Toapaya melakukan pemadaman di lapangan. Api dilaporkan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Di Provinsi Jawa Timur, hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, pada Senin (9/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini menyeb
Masih di Jawa Timur, angin kencang juga terjadi abkan kerusakan ringan pada lima unit rumah milik warga dan berdampak pada lima kepala keluarga.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Kediri segera melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Penanganan masih berlangsung dengan fokus pada perbaikan rumah dan pemulihan kondisi warga.
di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa ini menyebabkan enam kepala keluarga terdampak, dengan rincian empat rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang.

BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan penanganan pohon tumbang serta pembersihan material rumah yang berserakan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan terdampak.

Sementara itu di Kabupaten Jombang, angin kencang melanda Dusun Belut, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebanyak tujuh kepala keluarga terdampak dan tujuh rumah mengalami kerusakan ringan. BPBD Kabupaten Jombang bersama Tim Reaksi Cepat melakukan asesmen serta memberikan bantuan terpal kepada warga.

Serangkaian kejadian tersebut terjadi di tengah status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur yang berlaku selama 155 hari, mulai 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026. Status ini mencakup potensi banjir, tanah longsor, puting beliung, dan rob.

Di Provinsi Jawa Barat, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada atap rumah warga di Desa Tamansari dan Desa Sukaluyu.

Sebanyak 12 kepala keluarga atau 55 jiwa terdampak, dengan satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi karena rumahnya mengalami rusak berat. Selain itu, 11 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan koordinasi dengan aparat desa serta melakukan asesmen di lokasi kejadian. Petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.

Bencana lain juga terjadi di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, ketika hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam, pada Senin (9/3) sekitar pukul 09.00 WITA. Banjir ini berdampak pada 29 kepala keluarga atau 61 jiwa.

Sebanyak 32 unit rumah terdampak genangan air serta dua fasilitas daerah mengalami kerusakan. Penanganan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banjar bersama TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Sementara itu, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, tepatnya di Gampong Alue Raya dan Gampong Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, pada Senin (9/3) pukul 09.45 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar dua hektar lahan.

Penanganan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD bersama TNI, Polri, tim pemadam kebakaran, serta dukungan masyarakat setempat. Api berhasil dipadamkan dan saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan serta pemantauan area untuk mencegah munculnya kebakaran susulan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan titik api maupun potensi bahaya di lingkungan sekitar.