OJK Targetkan Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 25.000 Triliun pada 2031

0
57
Otoritas Jasa Keuangan
DOK: OJK

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi menargetkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat mencapai Rp25.000 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Target tersebut disampaikan Hasan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Menurut Hasan, target tersebut merupakan bagian dari rencana kerja jangka panjang yang akan dijalankan apabila dirinya terpilih menjadi pimpinan OJK. Ia menjelaskan, nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp25.000 triliun tersebut diproyeksikan setara dengan sekitar 80 persen dari angka Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Sebagai arah penerapan visi tersebut kami menetapkan proyeksi-proyeksi kinerja strategis dalam periode lima tahun ke depan sampai dengan 2031, di mana ditargetkan kapitalisasi pasar akan mencapai angka Rp25.000 triliun atau sekitar 80 persen dari angka PDB nasional,” ujar Hasan dalam rapat uji kelayakan tersebut.

Selain kapitalisasi pasar, Hasan juga menargetkan peningkatan jumlah investor pasar modal. Ia memproyeksikan jumlah investor dapat mencapai 30 juta Single Investor Identification (SID) pada tahun 2031.

Di sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di BEI juga ditargetkan meningkat hingga mencapai Rp35 triliun per hari.

“Angka RNTH rata-rata transaksi harian kita harapkan sudah mencapai angka Rp35 triliun per hari, dan sejalan dengan itu terjadi peningkatan baik di sisi jumlah emiten maupun jumlah dana kelolaan dari para investor,” jelasnya.

Saat ini, Hasan Fawzi juga menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon di OJK. Ia ditunjuk untuk menggantikan Inarno Djajadi yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Melalui target tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia dapat tumbuh lebih dalam, inklusif, dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan nasional dalam jangka panjang.