IKM Kerajinan Tembus Pasar Global, PT Indo Risakti Ekspor ke Empat Negara

0
41
Ekspor
Ekspor Industri Kecil Menengah. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus meningkatkan daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor kerajinan dan home decor dengan membuka akses pasar internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi IKM untuk berpartisipasi dalam pameran dagang internasional guna memperluas jaringan bisnis dan peluang ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan IKM dalam pameran internasional menjadi peluang besar untuk menunjukkan kualitas produk Indonesia di pasar global.

“Akses pameran internasional menjadi kesempatan besar dan ajang pembuktian bagi IKM dan juga Indonesia di dunia internasional bahwa produknya sejajar dan bahkan mampu bersaing dengan produk luar negeri lainnya,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, partisipasi dalam pameran internasional tidak hanya membuka peluang pertemuan dengan pembeli (buyer), tetapi juga berpotensi menghasilkan kerja sama bisnis berkelanjutan. Hal ini terutama bagi pasar Eropa yang dikenal memiliki standar tinggi dalam memilih produk.

“Mereka tidak hanya memperhatikan kualitas produk, tapi juga menimbang asal usul bahan baku, dan bahkan tanggung jawab sosial produsen terhadap para perajin. Jika akhirnya terjadi kesepakatan bisnis, berarti reputasi IKM kita dinilai sangat baik,” jelasnya.

Salah satu contoh keberhasilan IKM binaan Ditjen IKMA adalah PT Indo Risakti dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berhasil menembus pasar ekspor berbagai negara.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menghadiri pelepasan ekspor produk PT Indo Risakti pada 10 Maret 2026. Produk kerajinan dan dekorasi rumah tersebut dikirim ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris dengan total nilai mencapai USD108 ribu atau sekitar Rp1,83 miliar selama periode Januari hingga April 2026.

“Ini membuktikan bahwa produk kerajinan Indonesia benar-benar berkualitas dan memiliki daya saing kuat di pasar global, sehingga pembeli yakin untuk melakukan repeat order dan meningkatkan kepercayaan pembeli potensial lainnya,” kata Reni.

Sebelumnya, Ditjen IKMA memfasilitasi 10 IKM kerajinan dan home decor untuk mengikuti pameran internasional Ambiente Frankfurt di Frankfurt, Jerman pada 2025. PT Indo Risakti menjadi salah satu peserta yang berhasil meraih hasil positif setelah mengikuti pameran tersebut.

Secara rinci, ekspor PT Indo Risakti ke Amerika Serikat pada Januari 2026 mencapai USD26 ribu. Pada Februari 2026, ekspor ke Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Prancis mencapai USD27 ribu. Kemudian pada Maret 2026, pengiriman ke Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mencapai USD34 ribu, sementara pada April 2026 direncanakan kembali melakukan ekspor ke Amerika Serikat senilai USD20 ribu. Total volume pengiriman selama periode tersebut mencapai 9.514 unit produk home decor.

Reni menegaskan bahwa selain membuka akses pasar, Ditjen IKMA juga terus memberikan dukungan lain kepada pelaku IKM, seperti peningkatan kapasitas usaha, penguatan desain produk, serta akses pembiayaan agar usaha mereka semakin berkembang.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengatakan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk kerajinan Indonesia mampu bersaing di pasar global jika didukung kualitas, desain yang kuat, dan kemampuan memenuhi standar internasional.

“Kami melakukan kurasi yang mendalam serta pendampingan kepada IKM sebelum difasilitasi mengikuti pameran internasional agar mampu memenuhi tren dan standar pasar global,” ujarnya.

PT Indo Risakti sendiri didirikan pada 2012 oleh pasangan Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak. Perusahaan ini memproduksi berbagai dekorasi rumah seperti keranjang, kotak hias, dekorasi dinding, dan cermin dengan memanfaatkan bahan alami ramah lingkungan, antara lain enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, dan akar kayu.

Dalam proses produksinya, perusahaan tersebut juga memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini PT Indo Risakti mempekerjakan sekitar 20 karyawan tetap serta bermitra dengan 15 koordinator perajin yang masing-masing membina sekitar 100 perajin di berbagai desa di sekitar Yogyakarta. Ketika permintaan meningkat, produksi bahkan dapat melibatkan hingga 800 hingga 1.500 perajin.

Produk PT Indo Risakti kini telah menembus pasar kerajinan di berbagai negara seperti Belanda, Prancis, Jerman, Uruguay, Dubai, Qatar, dan Afrika Selatan, dengan pasar terbesar berada di Amerika Serikat dan Eropa.

Untuk mendukung kepercayaan pembeli internasional, perusahaan ini juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi seperti Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), sertifikat Business Social Compliance Initiative (BSCI), serta sertifikat Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) dari International Labour Organization (ILO).