Kepala BNPB Targetkan Tak Ada Lagi Warga Tinggal di Tenda di Gayo Lues Jelang Lebaran 2026

0
42
Hunian sementara
Hunian sementara (huntara) di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan tidak ada lagi warga terdampak bencana yang tinggal di tenda pengungsian di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menjelang perayaan Idulfitri 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB, Suharyanto, saat menyapa warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada Rabu (11/3).

Dalam kunjungannya, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan seluruh warga terdampak bencana sudah menempati hunian yang lebih layak sebelum Lebaran tahun ini.

“Kami pastikan menjelang Lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang ada di tenda,” ujar Suharyanto di hadapan warga huntara.

Berdasarkan data sementara BNPB hingga Selasa (10/3), target pembangunan huntara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 1.713 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.518 unit telah selesai dibangun.

Meski demikian, masih ada sejumlah keluarga yang menunggu proses penyelesaian huntara. Untuk sementara waktu, BNPB akan menempatkan warga tersebut di tempat yang lebih layak, seperti gedung balai latihan kerja milik pemerintah daerah.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana menjalani kehidupan dengan lebih baik, terutama saat merayakan Idulfitri.

“Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati dan mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih khidmat,” katanya.

Huntara komunal di Agusen saat ini dihuni oleh 155 kepala keluarga yang terdampak banjir besar pada akhir November 2025 lalu. Banjir tersebut merusak rumah warga, sementara sebagian lahan tempat tinggal mereka tidak lagi memungkinkan untuk dibangun kembali.

Menurut Suharyanto, kondisi tersebut membuat sebagian warga kehilangan lahan tempat tinggal, sehingga pemerintah daerah harus menyiapkan lokasi relokasi terpusat.

“Mereka tidak memiliki tanah lagi sehingga Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berusaha mencari tempat untuk relokasi terpusat,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa sebagian besar lahan yang saat ini digunakan untuk huntara kemungkinan akan dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap), mengingat keterbatasan lahan di wilayah tersebut.

Suharyanto menjelaskan, pembangunan huntap direncanakan dimulai setelah program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan pada awal April mendatang.

Pada kesempatan tersebut, BNPB juga menyalurkan bantuan kepada warga huntara Agusen. Bantuan yang diberikan meliputi bahan pokok makanan, alat tulis untuk anak-anak, serta bantuan non-pangan seperti kasur, kompor, kipas angin, dan matras.

Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga sebelum mereka menerima bantuan jaminan hidup dari kementerian terkait.