Produk Kerajinan Indonesia Mendunia, Ekspor Indo Risakti Tembus Rp1,83 Miliar

0
44
Produk Kerajinan Indonesia Kian Dilirik Dunia, Ekspor Indo Risakti Tembus Rp1,83 Miliar (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Industry)Ā Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor kerajinan dan home decor dengan membuka akses pasar internasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi partisipasi IKM dalam pameran dagang bertaraf global guna memperluas jaringan bisnis serta meningkatkan peluang ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pameran internasional menjadi ajang penting bagi IKM Indonesia untuk menunjukkan kualitas produknya di pasar dunia. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa pembeli dari Eropa biasanya memiliki standar ketat sebelum melakukan transaksi. Mereka tidak hanya menilai kualitas produk, tetapi juga memperhatikan asal bahan baku serta tanggung jawab sosial produsen terhadap para perajin. Karena itu, ketika produk IKM berhasil menembus pasar tersebut, reputasi industri kerajinan Indonesia ikut terangkat.

Salah satu contoh keberhasilan IKM yang memanfaatkan fasilitasi ini adalah PT Indo Risakti dari Bantul, Yogyakarta. Perusahaan kerajinan dan dekorasi rumah tersebut berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menghadiri pelepasan ekspor produk PT Indo Risakti pada 10 Maret 2026 dengan nilai total mencapai USD108 ribu atau sekitar Rp1,83 miliar untuk periode Januari–April 2026.

Ekspor tersebut mencakup pengiriman ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris dengan total volume sekitar 9.514 unit produk dekorasi rumah. Reni menyebut keberhasilan ini menunjukkan produk kerajinan Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang kuat sehingga mampu mendorong pembelian ulang dari buyer internasional.

Sebelumnya, Ditjen IKMA memfasilitasi 10 IKM kerajinan mengikuti pameran Ambiente di Frankfurt, Jerman pada 2025. PT Indo Risakti menjadi salah satu peserta yang berhasil memperoleh penjualan positif setelah pameran tersebut.

Selain membuka akses pasar, Kemenperin juga terus mendukung IKM melalui peningkatan kapasitas usaha, penguatan desain produk, serta kemudahan akses pembiayaan. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menegaskan bahwa peserta pameran dipilih melalui proses kurasi dan pendampingan agar mampu memenuhi tren serta standar pasar global.

PT Indo Risakti sendiri didirikan pada 2012 oleh Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak. Perusahaan ini memproduksi berbagai dekorasi rumah dari bahan alami ramah lingkungan seperti enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, dan akar kayu. Selain menembus pasar Amerika Serikat dan Eropa, perusahaan tersebut juga memberdayakan ratusan perajin di berbagai desa sekitar Yogyakarta sebagai bagian dari rantai produksinya.