BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang Jelang Mudik Lebaran 2026

0
76

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui prakiraan cuaca menjelang periode awal arus mudik Lebaran 2026. Secara umum, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Pantau terus informasi cuaca darat, laut, dan udara yang diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” ujar Faisal dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia. Kondisi tersebut, yang juga dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin pada periode 13–20 Maret 2026, memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Ia menambahkan bahwa tingginya kelembapan udara serta kondisi atmosfer yang relatif labil turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada periode 14–17 Maret 2026 di sebagian wilayah Sumatra serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Sementara pada periode 18–20 Maret 2026, potensi hujan juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Di sektor penerbangan, BMKG juga mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sejumlah jalur mudik udara, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan tersebut diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, merekomendasikan masyarakat dan para pemudik untuk secara rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi BMKG.

Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat sebelum melakukan perjalanan, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan selama mudik.

BMKG turut mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi cuaca yang bersumber dari kanal resmi pemerintah guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.