Perlombaan Mengevakuasi Kuda-Kuda Elite Dunia dari Perang Iran

Pada hari Senin penyelenggara Longines Global Champions Tour mengumumkan kabar penting. Mereka menyatakan bahwa dua penerbangan yang membawa kuda-kuda tersebut telah mendarat di Belgia. Organisasi tersebut juga menyampaikan bahwa seluruh 147 kuda telah kembali dengan selamat. Operasi evakuasi yang menegangkan itu akhirnya berhasil diselesaikan.

0
63
Kuda

(Vibizmedia-Kolom) Pecahnya perang secara tiba-tiba di Timur Tengah telah menyebabkan puluhan ribu orang dievakuasi dari negara-negara Teluk. Di antara operasi yang paling rumit adalah upaya menyelamatkan beberapa kuda paling bernilai di dunia. Situasi darurat ini membuat evakuasi hewan-hewan bernilai tinggi tersebut menjadi perhatian tersendiri. Kompleksitasnya bahkan melampaui banyak operasi evakuasi manusia yang dilakukan pada saat yang sama.

Ketika rudal Iran menerangi langit Teluk sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel, hampir 150 kuda elite dunia sedang berada di Qatar. Mereka berada di negara itu untuk mengikuti kompetisi Longines Global Champions Tour Doha, bagian dari rangkaian lomba lompat rintangan paling bergengsi di dunia. Kehadiran kuda-kuda tersebut menjadikan situasi semakin rumit ketika konflik tiba-tiba meletus. Para penunggang dan tim mereka tidak pernah membayangkan bahwa sebuah ajang olahraga internasional dapat berubah menjadi operasi penyelamatan darurat.

Qatar segera menutup wilayah udaranya untuk penerbangan komersial setelah ketegangan meningkat. Sementara itu, kompetisi tersebut ditangguhkan pada 2 Maret, dua hari sebelum jadwal dimulai. Keputusan ini membuat para penunggang dan tim mereka terjebak sementara di Doha. Penutupan ruang udara juga membuat rencana evakuasi menjadi jauh lebih sulit dilakukan.

Penunggang asal Prancis, Lara Tryba, berada di Doha bersama kudanya Memphis dan Shot Gun. Ia mengatakan bahwa situasi saat itu terasa aneh karena mereka terjebak di sana tanpa kepastian. Menurutnya, mereka juga merasa agak tidak berdaya menghadapi kondisi tersebut. Banyak atlet hanya bisa menunggu sambil berharap situasi segera membaik.

Perang Iran mengubah salah satu olahraga paling eksklusif di dunia menjadi misi evakuasi berisiko tinggi. Operasi tersebut dipenuhi berbagai rintangan logistik yang tidak biasa. Para penunggang dan penyelenggara harus beradaptasi dengan situasi darurat yang berkembang cepat. Prioritas utama mereka berubah dari kompetisi menjadi keselamatan hewan.

Lompat rintangan mempertemukan kuda dan penunggangnya dalam lintasan rintangan yang harus dilompati melawan waktu. Pada tingkat tertinggi, olahraga ini tidak hanya menguji kecepatan tetapi juga presisi dan keberanian. Tur Longines Global Champions Tour sendiri digelar di berbagai kota dunia, mulai dari Miami Beach hingga Paris dan Shanghai. Rangkaian kompetisi tersebut dikenal sebagai salah satu sirkuit paling prestisius dalam dunia equestrian.

Para penunggang dan tim mereka segera menyadari bahwa mereka harus membawa kuda-kuda berharga tersebut keluar dari zona bahaya. Tryba menjelaskan bahwa begitu pengeboman dimulai mereka ingin mengirim kuda-kuda itu pulang dengan penerbangan pertama. Kuda-kuda tersebut memiliki nilai yang bisa mencapai beberapa juta dolar per ekor. Karena itu keselamatan hewan-hewan ini menjadi perhatian besar bagi para pemilik dan sponsor.

Namun rintangan logistik yang harus mereka hadapi dalam proses evakuasi sangat besar. Tantangan itu meliputi menenangkan kuda yang gelisah serta mencari penerbangan kargo secara mendadak. Mereka juga harus menghadapi prosedur administratif dan birokrasi di Belgia. Semua proses tersebut harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Biasanya pengangkutan kuda elite lintas negara merupakan operasi yang sangat terencana. Proses tersebut membutuhkan persiapan berminggu-minggu secara teliti. Setiap tahap perjalanan biasanya telah dijadwalkan secara rinci sebelumnya. Namun dalam kondisi darurat seperti ini hampir semua rencana harus diubah.

Sebelum lepas landas, pengirim biasanya harus mengurus berbagai izin dokter hewan dan masa karantina. Mereka juga perlu menyiapkan dokumen kesehatan hewan yang lengkap. Setelah mendarat, kuda-kuda tersebut harus menjalani pemeriksaan bea cukai yang ketat sebelum beristirahat di kandang transit. Prosedur ini dirancang untuk mencegah penyebaran penyakit hewan lintas negara.

Namun dalam situasi darurat ini seluruh prosedur normal tersebut tidak dapat diterapkan sepenuhnya. Banyak aturan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan yang berubah cepat. Hal ini membuat koordinasi antar pihak menjadi jauh lebih intens. Penyelenggara, maskapai, dan otoritas pemerintah harus bekerja sama secara cepat.

Mohammed Jaber Al Khayareen, direktur komite penyelenggara lokal acara Longines Global Champions Tour di Doha, menjelaskan bahwa mengangkut kuda saja sudah sangat kompleks dalam kondisi normal. Ia menambahkan bahwa operasi sebesar itu dalam kondisi tidak biasa membutuhkan koordinasi luar biasa. Penyelenggara harus bekerja cepat untuk memastikan keselamatan hewan-hewan tersebut. Menurutnya, semua pihak harus beradaptasi dengan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketika laporan serangan terus menyebar, banyak orang di dunia olahraga berkuda mengikuti situasi ini dengan cemas. Perkembangan tersebut menjadi perhatian komunitas equestrian internasional. Banyak penggemar memantau kabar terbaru mengenai nasib kuda-kuda tersebut. Media sosial juga dipenuhi pesan dukungan dan kekhawatiran.

Dalam sebuah unggahan populer di Facebook, seorang penggemar bahkan menyampaikan doa bagi semua orang yang terjebak bersama kuda mereka di Timur Tengah. Pesan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang. Dukungan moral terus mengalir melalui media sosial. Banyak orang berharap evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Di Qatar, kuda-kuda tersebut dipindahkan ke dalam aula tertutup untuk melindungi mereka dari kemungkinan puing yang jatuh. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap dampak serangan udara. Lingkungan yang lebih terlindung diharapkan dapat menjaga kondisi hewan tetap stabil. Para pengelola berusaha meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Dengungan lembut sistem pendingin udara di arena membantu meredam suara keras intersepsi rudal. Hal ini membantu menjaga hewan yang secara alami sangat sensitif tetap tenang. Para pengelola berusaha menciptakan suasana yang menenangkan bagi kuda-kuda tersebut. Stabilitas lingkungan dianggap sangat penting bagi kesejahteraan hewan.

Salah satu kuda bahkan mendapatkan kenyamanan dengan bantuan boneka kelinci. Benda tersebut digunakan sebagai penenang emosional. Cara sederhana ini membantu menjaga ketenangan hewan selama situasi yang menegangkan. Pendekatan seperti ini sering digunakan untuk hewan yang mudah stres.

Meski demikian perubahan rutinitas tetap berisiko bagi kesehatan kuda. Hewan ini sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari yang stabil. Perubahan mendadak dapat berdampak pada kondisi fisik mereka. Karena itu para perawat berusaha menjaga rutinitas sebanyak mungkin.

Karena kuda memiliki sistem pencernaan yang sensitif, perubahan pola perawatan dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus. Gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko kolik. Kolik merupakan sakit perut yang berpotensi mengancam jiwa bagi kuda. Risiko ini membuat perawatan menjadi sangat hati-hati.

Untuk mengurangi risiko tersebut para perawat kuda secara berkala membawa hewan-hewan itu keluar dari kandang. Mereka memberi kesempatan bagi kuda untuk melakukan latihan ringan. Aktivitas singkat ini membantu menjaga kondisi tubuh dan rutinitas hewan. Selain itu kegiatan tersebut juga membantu mengurangi stres.

Tryba menjelaskan bahwa pada hari pertama pengeboman dimulai semua orang merasa sangat takut. Karena itu mereka hampir tidak membawa kuda keluar dari kandang. Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan semua pihak. Situasi saat itu sangat tidak pasti.

Namun seiring berjalannya waktu mereka berusaha membuat kuda-kuda itu menjalani kehidupan senormal mungkin. Para perawat mencoba mengembalikan pola perawatan harian. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kesehatan hewan. Rutinitas sederhana dianggap dapat membantu menenangkan kuda.

Tryba juga mengatakan bahwa pembatalan kompetisi memengaruhi perilaku kuda-kuda tersebut. Ia melihat bahwa hewan-hewan itu tidak lagi terlihat bersemangat seperti sebelumnya. Mereka tampak lebih santai karena tidak lagi menghadapi perlombaan. Perubahan suasana di arena turut memengaruhi perilaku mereka.

Sementara itu Qatar mulai mengizinkan sejumlah penerbangan terbatas. Penyelenggara acara segera mencari opsi transportasi yang tersedia. Tujuannya adalah memindahkan hewan-hewan tersebut secepat mungkin. Setiap peluang penerbangan menjadi sangat berharga.

Qatar memiliki pengalaman dalam operasi pengangkutan hewan melalui udara. Pada 2017 negara tersebut pernah mengangkut sekitar 4.000 sapi perah Holstein melalui udara selama blokade perdagangan regional. Pengalaman tersebut memberikan keunggulan dalam menangani operasi darurat. Infrastruktur logistik yang kuat membantu mempercepat proses.

Bandara Internasional Hamad di Doha juga merupakan pusat transportasi hewan global. Di sana Qatar Airways mengoperasikan fasilitas Live Animal Center. Kompleks besar ini dilengkapi pengatur suhu dan berbagai ruang khusus untuk berbagai jenis hewan. Fasilitas tersebut dirancang untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan hewan selama perjalanan.

Sekitar 3.000 mil jauhnya di Liège, Belgia, Christian Jaucot sedang bekerja dengan tergesa-gesa. Ia harus mempersiapkan kedatangan kuda-kuda dari Qatar. Waktu yang tersedia untuk persiapan sangat singkat. Namun ia harus memastikan semua fasilitas siap digunakan.

Jaucot merupakan manajer Horse Inn, sebuah hotel kuda terkemuka di Eropa. Ia menerima telepon yang memberitahukan bahwa kuda-kuda dari Doha akan segera tiba. Informasi tersebut datang kurang dari dua hari sebelum kedatangan mereka. Pemberitahuan mendadak itu membuat timnya harus bekerja cepat.

Horse Inn merupakan simpul penting dalam jaringan transportasi kuda global. Setiap tahun hingga 7.000 kuda melewati hotel tersebut. Tempat ini sering digunakan menjelang Olimpiade Musim Panas dan berbagai kompetisi besar. Fasilitas tersebut dikenal luas dalam komunitas equestrian internasional.

Biasanya Jaucot menerima pemberitahuan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelumnya. Hal itu terutama berlaku untuk pengiriman dalam jumlah besar. Namun kali ini ia harus bergerak jauh lebih cepat dari biasanya. Situasi darurat menuntut respons yang cepat.

Ia menyadari jumlah kuda yang harus ditangani sangat besar. Namun karena situasi perang mereka memutuskan memperluas kapasitas fasilitas jika diperlukan. Keputusan tersebut diambil demi membantu proses evakuasi. Mereka bahkan menyiapkan kandang tambahan yang dapat dilipat.

Namun hambatan logistik baru segera muncul ketika otoritas Belgia mengharuskan sertifikat kesehatan hewan disetujui beberapa hari sebelumnya. Aturan ini menambah tekanan pada proses evakuasi. Situasi tersebut memicu perlombaan administratif. Penyelenggara dan birokrat bekerja lembur untuk menyelesaikan dokumen tepat waktu.

Pada hari Minggu dan Senin sebanyak 147 kuda akhirnya dimuat ke dalam truk. Mereka kemudian dibawa ke bandara untuk penerbangan internasional. Di bandara kuda-kuda tersebut ditempatkan di kandang udara khusus. Kandang ini dirancang untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hewan selama penerbangan.

Karena sebagian besar penerbangan komersial masih ditangguhkan beberapa penunggang harus mencari rute lain. Tryba termasuk di antara mereka yang melakukan perjalanan darat. Mereka menempuh perjalanan sekitar tujuh jam dari Doha menuju Riyadh di Arab Saudi. Wilayah udara Arab Saudi saat itu masih terbuka untuk penerbangan.

Pada hari Senin penyelenggara Longines Global Champions Tour mengumumkan kabar penting. Mereka menyatakan bahwa dua penerbangan yang membawa kuda-kuda tersebut telah mendarat di Belgia. Organisasi tersebut juga menyampaikan bahwa seluruh 147 kuda telah kembali dengan selamat. Operasi evakuasi yang menegangkan itu akhirnya berhasil diselesaikan.