Regulasi Semakin Lengkap, KPAI Optimistis Perlindungan Anak Makin Kuat

0
44
Anggota KPAI, Kawiyan (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Jakarta) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai upaya perlindungan anak di ruang digital kini memasuki tahap implementasi yang lebih nyata, seiring hadirnya regulasi yang semakin komprehensif.

Anggota KPAI, Kawiyan, menyatakan bahwa terbitnya PP Tunas beserta aturan turunannya menjadi momentum penting dalam memperkuat perlindungan anak di ekosistem digital nasional. Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital baru benar-benar dimulai ketika kerangka regulasi telah tersedia secara lebih lengkap. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan bersama Menkomdigi serta para pakar di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Selain PP Tunas, pemerintah juga telah menyiapkan peta jalan perlindungan anak melalui kebijakan strategis nasional yang memperjelas arah implementasi di lapangan. Dengan dukungan regulasi tersebut, KPAI menilai Indonesia kini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mengelola aktivitas digital anak secara lebih aman.

Menanggapi kekhawatiran bahwa pembatasan akses platform digital dapat menghambat kreativitas anak, KPAI menilai hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Anak tetap memiliki ruang untuk belajar dan berekspresi melalui berbagai konten yang edukatif dan ramah anak. Kondisi ini justru menjadi peluang untuk mendorong hadirnya lebih banyak konten digital yang aman dan berkualitas.

KPAI juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem digital yang ramah anak, termasuk penyediaan platform dan akun yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

Di sisi lain, tantangan utama dinilai terletak pada tingkat kepatuhan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) terhadap regulasi yang telah ditetapkan. Kawiyan menekankan pentingnya pengawasan bersama, termasuk peran media dalam memastikan kebijakan berjalan efektif.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan implementasi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah, platform digital, media, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan perlindungan anak di ruang digital dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.