(Vibizmedia – Nasional) Pergerakan penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran 2026 masih terpantau tinggi, namun tetap terkendali. Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat jumlah penumpang pada Sabtu (21/3) mencapai 873.916 orang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Ernita Titits Dewi menyampaikan bahwa tingginya mobilitas masyarakat pada hari Lebaran masih dapat diantisipasi dengan baik. Moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat adalah kereta api.
Berdasarkan data harian, jumlah penumpang kereta api mencapai 364.649 orang, terdiri atas 205.335 penumpang antarkota dan 159.314 penumpang perkotaan regional. Angkutan udara mencatat 206.785 penumpang, dengan rincian 155.675 penumpang domestik dan 51.110 penumpang internasional.
Sementara itu, angkutan penyeberangan digunakan oleh 177.564 penumpang, angkutan darat (bus) sebanyak 103.777 penumpang, dan angkutan laut sebanyak 21.141 penumpang.
Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga hari H mencapai 10.887.584 orang. Angka ini meningkat 8,58 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 yang sebesar 10.027.482 orang.
Adapun distribusi per moda menunjukkan peningkatan di hampir seluruh sektor. Kereta api mencatat 3.349.343 penumpang atau naik 13,46 persen. Angkutan penyeberangan mencapai 2.664.004 penumpang (naik 14,01 persen), angkutan udara 2.397.192 penumpang (naik 2,95 persen), angkutan bus 1.693.931 penumpang (naik 9,37 persen), dan angkutan laut sebanyak 783.114 penumpang.
Pada hari H Lebaran, kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Jakarta tercatat 193.237 unit, sedangkan kendaraan yang masuk mencapai 122.074 unit. Total lalu lintas di gerbang Tol Jabodetabek mencapai 380.753 unit dan di luar Jabodetabek sebanyak 353.546 unit.
Di jalur arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek mencapai 601.275 unit dan yang masuk sebanyak 460.089 unit. Sementara itu, pergerakan kendaraan di arteri non-Jabodetabek tercatat 607.366 unit.
Kementerian Perhubungan juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum. Moda kereta api antarkota mencatat OTP 97,70 persen dan kereta regional 99,40 persen. Angkutan udara mencatat OTP 88,09 persen untuk domestik dan 69,31 persen untuk internasional. Sementara itu, angkutan laut mencapai 95,92 persen, penyeberangan 93,20 persen, dan angkutan darat 64,97 persen.
Pemerintah terus memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan intensif di seluruh simpul transportasi.
Seiring mendekati arus balik, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3).
Masyarakat juga diminta menghindari waktu puncak, memilih alternatif jadwal perjalanan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Selain itu, penting memastikan kondisi fisik tetap prima, membawa obat-obatan pribadi, mengecek kesiapan kendaraan, serta menggunakan moda transportasi resmi dan berizin.









