(Vibizmedia – Gaya Hidup) Mexico adalah negara Amerika Latin terbesar ketiga setelah Brasil dan Argentina yang terletak di Amerika Utara yang pada tahun 2026 akan menjadi penyelenggara pesta olahraga tunggal terbesar dalam sejarah yang berlangsung empat tahunan. Meksiko kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Negara di kawasan Amerika Latin ini resmi menjadi negara pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah ajang paling bergengsi, Piala Dunia FIFA. Setelah sukses menyelenggarakan edisi 1970 dan 1986, Meksiko kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk edisi 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Pencapaian ini menegaskan posisi Meksiko sebagai salah satu pusat penting dalam sejarah perkembangan sepak bola global.
Jejak Sejarah yang Panjang di Panggung Sepakbola
Meksiko pertama kali menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 1970 yang berlangsung dari tanggal 31 Mei hingga 21 Juni 1970. Turnamen ini merupakan edisi kesembilan. Turnamen ini dikenang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa, dengan kemenangan tim nasional Brasil yang dipimpin oleh legenda sepak bola Pelé.
Enam belas tahun kemudian, Meksiko kembali dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1986, yang berlangsung dari tanggal 31 Mei hingga 29 Juni 1986. Ini merupakan edisi ke-13, Mexico menggantikan Kolombia yang mengundurkan diri karena masalah ekonomi. Edisi ini juga mencatat sejarah, terutama lewat penampilan gemilang Diego Maradona yang membawa Argentina meraih gelar juara dunia.
Kini, melalui Piala Dunia FIFA 2026 (FIFA World Cup 2026) adalah edisi ke-23, Meksiko kembali menunjukkan konsistensinya sebagai tuan rumah yang berpengalaman dan terpercaya.
Stadion Ikonik dan Warisan Sepak Bola
Salah satu simbol kuat peran Meksiko dalam sejarah Piala Dunia adalah Estadio Azteca yang terletak di Mexico City. Stadion ini menjadi saksi dua final Piala Dunia, yakni pada 1970 dan 1986, serta akan kembali digunakan pada edisi 2026.
Keunikan ini menjadikan Estadio Azteca sebagai salah satu stadion paling bersejarah di dunia. Atmosfer fanatik, kapasitas besar, dan nilai historisnya menjadikannya ikon sepak bola global.
Penunjukan Meksiko sebagai tuan rumah untuk ketiga kalinya tidak terlepas dari kepercayaan FIFA terhadap kemampuan negara tersebut dalam menggelar turnamen besar.
Pengalaman panjang dalam penyelenggaraan, infrastruktur yang memadai, serta budaya sepak bola yang kuat menjadi faktor utama. Selain itu, kolaborasi dengan Amerika Serikat dan Kanada pada edisi 2026 juga menjadi model baru penyelenggaraan lintas negara.
Menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya bukan hanya soal prestise, tetapi juga membawa dampak ekonomi dan sosial yang besar. Sektor pariwisata, investasi, hingga pembangunan infrastruktur diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan.
Di sisi lain, momen ini juga menjadi peluang bagi Meksiko untuk kembali menunjukkan identitasnya sebagai negara dengan gairah sepak bola yang tinggi, sekaligus memperkuat posisinya di panggung internasional.
Dengan sejarah panjang, stadion ikonik, serta dukungan masyarakat yang luar biasa, Meksiko berhasil mencatatkan diri sebagai negara Amerika Latin dengan rekor penyelenggaraan Piala Dunia terbanyak.
Piala Dunia 2026 bukan hanya sekadar turnamen olahraga bergensi sepak bola, tetapi juga simbol keberlanjutan tradisi dan kecintaan Meksiko terhadap sepak bola namun sebuah warisan yang terus hidup dari generasi ke generasi. Viva Mexico.
Penulis: Fernando Johns









