BNPB Bangun 36 Ribu Hunian Tetap bagi Korban Banjir di Sumatra

0
131
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memberikan keterangan kepada media mengenai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang pendidikan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto: BNPB)

(Vibizmedia – Jakarta) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan bahwa sekitar 36 ribu unit hunian tetap (huntap) tengah dibangun untuk masyarakat terdampak banjir di tiga provinsi di Sumatra sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan huntap tersebut dilakukan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan melibatkan BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta dukungan pihak lain.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan langsung oleh BNPB dan pembangunan mandiri oleh masyarakat terdampak. Bagi warga yang memilih membangun sendiri, pemerintah menyediakan bantuan sebesar Rp60 juta per unit yang disalurkan dalam dua tahap.

BNPB juga telah menyiapkan petunjuk teknis untuk memastikan hunian yang dibangun secara mandiri tetap memenuhi standar kelayakan dan aman untuk dihuni.

Suharyanto menambahkan bahwa terdapat perbedaan nilai pembangunan antara huntap yang dibangun BNPB dan yang dibangun oleh Kementerian PKP atau pihak lain. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh konsep pembangunan, khususnya antara hunian relokasi terpusat dan pembangunan di lokasi asal.

Lebih lanjut, masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih antara menempati hunian terpusat atau membangun kembali rumah di lokasi semula, selama lahan tersebut dinyatakan aman dari risiko bencana.

Ia menegaskan bahwa skema bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang sepenuhnya membutuhkan dukungan pemerintah. Sementara itu, warga yang memiliki kemampuan finansial lebih diperbolehkan menambah pembiayaan secara mandiri guna meningkatkan kualitas hunian yang dibangun.

Dengan berbagai skema tersebut, pemerintah berharap para penyintas dapat segera memiliki hunian tetap yang layak, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.