Jawa Barat Jadi Fokus, Kementan Perkuat Air dan Benih Hadapi Musim Kering

0
45
Foto: Kementerian pertanian

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung pada April hingga Oktober. Fokus utama diarahkan pada penguatan ketersediaan air dan dukungan benih guna menjaga produksi padi tetap optimal serta memastikan pasokan pangan nasional tetap terjaga.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Barat memiliki luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare dan memegang peran strategis dalam menopang produksi padi nasional.

Berdasarkan proyeksi Badan Riset dan Inovasi Nasional, musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Kementan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, penyaluran bantuan pompa air, serta optimalisasi lahan non-rawa.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian di tengah tekanan perubahan iklim.

Untuk memperkuat koordinasi di lapangan, Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi peningkatan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung pada Rabu (25/3/2026), yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh, khususnya melalui penguatan irigasi dan pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.

“Air merupakan faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan secara terpadu agar petani tetap dapat berproduksi secara optimal,” ujarnya.

Melalui langkah yang terkoordinasi tersebut, pemerintah berharap ketersediaan air pertanian tetap terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi di Jawa Barat dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, meskipun menghadapi tantangan musim kemarau dan perubahan iklim.