Presiden Prabowo Subianto Tiba di Tokyo, Awali Kunjungan Resmi ke Jepang

0
58
Kunjungan kerja Presiden
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang untuk melakukan kunjungan resmi perdananya sebagai Presiden Republik Indonesia, pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 19.10 waktu setempat (WS). FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 19.10 waktu setempat. Kedatangan ini menandai kunjungan resmi perdana Presiden Prabowo ke Jepang sejak menjabat sebagai Kepala Negara.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan disambut langsung oleh Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Jepang Iwao Horii, Kepala Protokol Negara Jepang Tadayuki Miyashita, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, serta Atase Pertahanan RI di Tokyo Laksma TNI Hidayaturrahman.

Setelah prosesi penyambutan, Presiden Prabowo langsung menuju tempatnya bermalam di Tokyo. Selama kunjungan di Jepang, Presiden dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan (state call) kepada Kaisar Jepang Naruhito.

Selain itu, Presiden juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi guna membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan diplomatik selama lebih dari enam dekade, dengan kerja sama yang mencakup bidang ekonomi, politik, hingga sosial budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara menunjukkan tren yang semakin positif.

Kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan persahabatan yang dibangun atas dasar saling percaya dan menghormati. Selain itu, lawatan Presiden Prabowo diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan serta memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 10.35 WIB. Turut mendampingi dalam penerbangan menuju Tokyo antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.