Sister Park Jadi Strategi Baru Perkuat Konservasi Indonesia–Jepang

0
106
: Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut), Raja Juli Antoni, dalam kunjungan kerja di Jepang (Foto: Kemenhut)

(Vibizmedia – Jepang) Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni memperkuat kerja sama konservasi dengan Jepang melalui pertemuan bilateral yang membahas pengelolaan taman nasional serta pengembangan ekowisata.

Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan Jepang, yakni Shichimeko Shuici dan Ikuo Yamada, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Jepang.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Kehutanan mengusulkan inisiatif kerja sama sister park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dengan sejumlah taman nasional di Indonesia, yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan konservasi melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik, termasuk dalam pengembangan ekowisata. Selain itu, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi taman nasional Indonesia di tingkat global.

Pemerintah Jepang menyambut positif usulan tersebut dan mendorong tindak lanjut melalui penyelenggaraan technical workshop guna membahas aspek teknis secara lebih mendalam. Forum ini diharapkan menjadi tahap awal dalam merumuskan skema kerja sama yang implementatif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, pada 28 Maret, Menteri Kehutanan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka Prefecture terkait kerja sama perlindungan dan konservasi satwa liar, khususnya melalui program breeding loan Komodo dragon.

Pengembangan kerja sama sister park serta implementasi nota kesepahaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jepang, sekaligus meningkatkan kualitas konservasi dan pengelolaan kawasan lindung di Indonesia.