Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Waspada Pancaroba

0
54
Angin kencang
Hujan disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 30 Maret 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Senin (30/3) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (31/3) pukul 07.00 WIB. Bencana didominasi oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Di Kota Tasikmalaya, cuaca ekstrem melanda tiga kecamatan pada Minggu (29/3) sore. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kawalu, Mangkubumi, dan Bungursari. Sebanyak sembilan unit rumah dilaporkan terdampak, dengan empat di antaranya mengalami kerusakan ringan.

BPBD Kota Tasikmalaya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta asesmen lapangan untuk mempercepat penanganan darurat dan pendataan kerusakan.

Sementara itu, angin kencang juga melanda Kabupaten Wonosobo. Sebanyak enam rumah dan satu ruko di Desa Timbang, Kecamatan Leksono, mengalami kerusakan. Selain itu, pohon tumbang sempat menutup akses jalan antar desa sebelum akhirnya berhasil dibersihkan oleh tim gabungan.

Dampak lebih luas terjadi di Kabupaten Klaten, di mana hujan deras disertai angin kencang menerjang 18 desa di lima kecamatan. Sebanyak 83 rumah mengalami rusak ringan dan dua rumah rusak sedang.

Tidak hanya rumah, bencana juga merusak dua unit sekolah, empat fasilitas umum, dua tempat ibadah, tiga ruko, serta dua kandang ternak. Sebanyak 21 titik akses jalan terdampak dan 48 pohon dilaporkan tumbang, menyebabkan gangguan listrik dan jaringan internet. Total 87 kepala keluarga terdampak, dengan empat warga mengungsi ke rumah kerabat.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Klaten bersama TNI/Polri, relawan, dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi pohon tumbang dan pendataan kerugian.

Di wilayah lain, angin kencang juga melanda empat desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Senin (30/3). Dua rumah dilaporkan rusak berat dan satu warga mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 395 rumah masih dalam proses pendataan terkait tingkat kerusakan. Total 397 kepala keluarga terdampak.

Hingga kini, penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kudus sendiri masih berlaku hingga 31 Mei 2026.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

BMKG juga mengingatkan bahwa sebagian wilayah Indonesia saat ini mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan musim, yang ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem seperti hujan tiba-tiba, angin kencang, dan suhu udara yang lebih panas.

Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, serta menghindari pohon atau bangunan yang berpotensi roboh.

BNPB menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan pemahaman jalur evakuasi menjadi kunci dalam meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi, khususnya di masa pancaroba.