Di Forum WTO, Indonesia Genjot Kemitraan Perdagangan dengan Eropa dan Timur Tengah

0
112
Staf Ahli Menteri Perdagangan RI Bidang Hubungan Internasional Johni Martha memimpin Delegasi Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra dagang pada rangkaian KTM ke-14 WTO di Yaoundé, Kamerun, Rabu (25/3/2026) (Foto: Kemendag)

Delegasi Indonesia memanfaatkan momentum World Trade Organization (WTO) untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi melalui serangkaian pertemuan bilateral dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 yang berlangsung di Yaounde, Kamerun, pada 26–29 Maret 2026.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan sekaligus pimpinan delegasi Indonesia, Johni Martha, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan pandangan terkait isu-isu krusial global sekaligus membuka peluang peningkatan kerja sama perdagangan.

Di sela forum, Indonesia menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra strategis, yakni Jerman, Swedia, Arab Saudi, Uni Eropa, serta Belanda.

Menurut Johni, negara-negara tersebut memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya peran WTO serta urgensi reformasi organisasi agar tetap relevan di tengah dinamika perdagangan global.

Selain membahas agenda utama KTM, pertemuan bilateral juga difokuskan pada penguatan kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Bersama Uni Eropa dan sejumlah negara anggotanya, Indonesia mendorong pemanfaatan skema Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) guna mempercepat peningkatan hubungan dagang.

Kesepakatan juga mencakup dorongan untuk memperluas kolaborasi antarpelaku usaha melalui penjajakan bisnis (business matching) dan promosi dagang.

Sementara itu, bersama Arab Saudi, Indonesia sepakat mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia–Gulf Cooperation Council (GCC) CEPA.

Dalam pertemuan dengan Swedia, disampaikan rencana kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Jakarta pada September 2026 guna memperkuat hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.

Adapun Jerman mendorong percepatan pelaksanaan pertemuan kedua Joint Economic and Investment Committee (JEIC) Indonesia–Jerman sebagai upaya konkret memperdalam kerja sama ekonomi bilateral.