Kementan Siap Hadapi El Nino 2026, Stok Pangan Dipastikan Aman

0
91
Pertanian
Ilustrasi Pertanian. FOTO: KEMENTAN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan kesiapan menghadapi potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai April hingga enam bulan ke depan. Langkah antisipasi dilakukan melalui penguatan infrastruktur pertanian dan peningkatan produksi guna menjaga ketersediaan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pangan dipastikan dalam kondisi aman meski menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena tersebut.

“Itu ada El Nino ke depan mulai bulan April hingga enam bulan. Insyaallah sektor pangan aman,” ujar Amran di Kantor Pusat Kementan, Senin (30/3/2026).

Amran menjelaskan, pengalaman menghadapi El Nino 2023 menjadi pijakan penting dalam memperkuat strategi mitigasi saat ini. Saat itu, pemerintah berhasil menekan rencana impor beras dari 10 juta ton menjadi sekitar 3 juta ton melalui berbagai intervensi seperti pompanisasi, perbaikan irigasi, dan optimalisasi lahan (oplah).

Keberhasilan tersebut kemudian diperkuat melalui akselerasi pembangunan infrastruktur pertanian sepanjang 2024. Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih siap karena berbagai program telah berjalan di lapangan.

Kementan, lanjut Amran, telah memasang puluhan ribu pompa air di sentra produksi serta memastikan sistem irigasi berfungsi optimal guna menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Selain itu, program optimalisasi lahan terus didorong untuk meningkatkan indeks pertanaman. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali kini ditargetkan bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.

Pemerintah juga menargetkan perbaikan irigasi hingga 2 juta hektare lahan, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, guna memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi dampak El Nino.

Dari sisi cadangan pangan, pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi kuat. Saat ini, stok tercatat mencapai 4,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 5 juta ton pada bulan berikutnya.

Amran menambahkan, ketersediaan beras tidak hanya berasal dari stok pemerintah, tetapi juga cadangan di masyarakat serta potensi produksi yang masih berjalan. Dengan total perhitungan tersebut, pasokan dinilai mencukupi hingga 10 bulan ke depan.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan penyerapan gabah dan beras tetap berjalan optimal. Hingga Maret 2026, penyerapan telah mencapai 1,3 juta ton—angka tertinggi dalam tiga bulan pertama sepanjang sejarah.

Rizal menambahkan, berbagai skema penyerapan telah disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan, baik melalui skema normal maupun alternatif.

Dengan kesiapan infrastruktur yang semakin kuat, dukungan cadangan pangan yang memadai, serta pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya, pemerintah optimistis sektor pangan nasional tetap terjaga dan mampu menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.