Lee Jae Myung Dorong RI–Korea Naik Kelas: Kemitraan Strategis Khusus Jadi Tonggak Bersejarah

0
44
BIlateral Indonesia-Korea Selatan
Presiden Republik Korea Lee Jae Myung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu, 1 April 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Lee Jae Myung mendorong peningkatan hubungan bilateral antara Republik Korea dan Indonesia ke tingkat kemitraan strategis komprehensif khusus. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Cheong Wa Dae, Rabu, 1 April 2026.

“Atas nama rakyat Korea, saya menyambut kunjungan kenegaraan Yang Terhormat Presiden Prabowo ke Korea,” ujar Presiden Lee dalam sambutannya.

Presiden Lee menegaskan bahwa pada pertemuan puncak sebelumnya, kedua negara telah berkomitmen untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Ia menilai kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo kali ini menjadi momentum penting untuk mencatat capaian bersejarah melalui peningkatan status hubungan tersebut.

“Dalam pertemuan terakhir kita, kita berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Pada kesempatan kunjungan ini, sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus,” ungkapnya.

Menurut Presiden Lee, hubungan tersebut memiliki keistimewaan tersendiri karena Korea Selatan hanya memiliki satu kemitraan dengan level tersebut di dunia. Hal ini menegaskan posisi penting Indonesia sebagai mitra utama dan strategis bagi Korea Selatan.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia merupakan tujuan utama investasi perusahaan Korea sekaligus mitra penting dalam pengembangan industri, termasuk di sektor pertahanan. Salah satu contoh konkret kerja sama yang berhasil adalah pengembangan kendaraan listrik yang diproduksi bersama, sebagai simbol kolaborasi masa depan kedua negara.

“Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga dalam pengembangan industri kami. Bahkan kendaraan listrik pertama Indonesia juga diproduksi bersama perusahaan Korea,” jelasnya.

Presiden Lee menambahkan bahwa selama lebih dari 50 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Korea Selatan telah tumbuh menjadi mitra yang saling percaya dan saling mendukung. Di tengah ketidakpastian global, kedua negara dinilai memiliki peran penting sebagai mitra strategis yang saling melengkapi.

“Di tengah berbagai tantangan global, Korea dan Indonesia merupakan berkah bagi satu sama lain,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Presiden Lee menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Prabowo dan optimistis hubungan kedua negara akan semakin erat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara.