Lee Jae Myung: RI Mitra Kunci Stabilitas Energi Global, Siap Perkuat Kerja Sama Strategis

0
42
Bilateral Indonesia-Korea Selatan
Presiden Republik Korea Lee Jae Myung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu, 1 April 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Lee Jae Myung menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah dinamika tatanan global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Cheong Wa Dae, Rabu, 1 April 2026.

Dalam pengantarnya, Presiden Lee menyoroti peran penting Indonesia dalam menjaga stabilitas energi global, khususnya sebagai pemasok utama LNG dan batu bara bagi Korea Selatan. Ia menilai kontribusi tersebut sangat strategis di tengah ketidakpastian global.

“Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat stabil kepada Korea,” ujar Presiden Lee.

Presiden Lee juga menekankan bahwa situasi global yang penuh tantangan, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah, menuntut kedua negara untuk mempererat kerja sama ekonomi guna meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul.

“Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden Lee menegaskan bahwa kesamaan nilai antara Indonesia dan Korea Selatan—seperti demokrasi, perdagangan bebas, dan komitmen terhadap tatanan berbasis aturan—menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai krisis global.

“Kerja sama antara kedua negara kita yang memiliki nilai-nilai tersebut akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti yang kita alami sekarang,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee menyampaikan harapannya untuk melakukan pertukaran pandangan secara terbuka dan konstruktif, tidak hanya terkait hubungan bilateral, tetapi juga kontribusi bersama dalam komunitas internasional sebagai negara kekuatan menengah yang bertanggung jawab.

Ia juga menyampaikan penghormatan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memahami isu-isu global, serta mengungkapkan belasungkawa atas gugurnya prajurit Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon.

Menutup sambutannya, Presiden Lee kembali menyampaikan sambutan hangat atas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo dan menegaskan komitmen Republik Korea untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat peran kedua negara sebagai kekuatan menengah dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.