Tiket Pesawat Naik hingga 13%, Pemerintah: Imbas Avtur Global yang Melonjak

0
55
Avtur Pertamina
Pengisian bahan bakar avtur. DOK: PERTAMINA

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah resmi mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9 hingga 13 persen. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga avtur di pasar global yang semakin membebani operasional maskapai penerbangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa tekanan geopolitik global telah mendorong harga avtur naik signifikan di berbagai negara.

Sebagai perbandingan, harga avtur di Filipina telah mencapai sekitar Rp25.326 per liter, sementara di Thailand bahkan menyentuh Rp29.518 per liter. Adapun di Indonesia, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta saat ini berada di kisaran Rp23.551 per liter.

“Kenaikan ini sangat mempengaruhi operasional maskapai nasional, di mana komponen avtur berkontribusi hingga 40 persen dari total biaya operasional pesawat,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Airlangga menegaskan bahwa avtur merupakan bahan bakar non-subsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar global. Jika harga tidak disesuaikan, dikhawatirkan maskapai asing akan memanfaatkan selisih harga yang terjadi di Indonesia.

“Tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut,” tambahnya.

Meski harga tiket naik, pemerintah berupaya menahan lonjakan agar tidak terlalu membebani masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen.

Kebijakan ini berlaku untuk tiket pesawat domestik, angkutan udara niaga berjadwal Kelas ekonomi. Dengan adanya insentif tersebut, pemerintah berharap kenaikan harga tiket tetap terkendali di kisaran yang telah ditetapkan.

Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan daya beli masyarakat. Di tengah tekanan global, pemerintah berupaya memastikan maskapai tetap dapat beroperasi secara sehat, tanpa harus membebani penumpang dengan kenaikan harga yang terlalu tinggi.