Genjot Ekonomi Pesisir, Prabowo Subianto Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Baru di 2026

0
108
Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Selasa (7/4/2026), dengan fokus pada percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir nasional.

Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek yang saat ini tengah berjalan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa pemerintah telah membangun 100 titik Kampung Nelayan yang terdiri dari 65 titik tahap pertama dan 35 titik tahap kedua.

“Totalnya 100 titik dan ditargetkan seluruhnya rampung pada akhir Mei 2026,” ujar Sakti kepada awak media usai rapat.

Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah juga memberi perhatian serius pada aspek pengelolaan kampung nelayan, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Sakti, penguatan SDM menjadi kunci agar program tersebut berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

“Pengawakan atau pengelolaan Kampung Nelayan juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan bersama Presiden,” tambahnya.

Lebih lanjut, pemerintah telah menyiapkan rencana ambisius untuk membangun 1.000 Kampung Nelayan tambahan pada tahun 2026. Program ini akan dilaksanakan secara paralel dengan fokus utama di kawasan Indonesia Timur, yang dinilai memiliki potensi besar namun masih membutuhkan penguatan infrastruktur dan ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Inggris dalam pengadaan kapal. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap analisis dan koordinasi lintas kementerian, termasuk pemetaan kapasitas galangan kapal dalam negeri.

“Seluruh kesiapan sedang kita analisis bersama, termasuk kemampuan galangan kapal nasional. Targetnya, dalam dua tahun kapal-kapal tersebut sudah dapat diselesaikan,” jelas Sakti.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat modernisasi sektor perikanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan, terutama di wilayah-wilayah terpencil dan tertinggal.