Banjir dan Angin Kencang Dominasi Bencana Awal April 2026, Ribuan Rumah Terdampak

0
60
Banjir
Tim BPBD Kota Bengkulu mengerahkan perahu karet untuk membantu warga saat banjir melanda sejumlah kecamatan, pada Senin, 6 April 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 7–8 April 2026. Banjir dan angin kencang menjadi kejadian yang paling banyak terjadi, berdampak pada ribuan rumah dan ratusan kepala keluarga.

Di Kota Bengkulu, banjir melanda 26 kelurahan di delapan kecamatan akibat hujan deras pada dini hari. Ketinggian air yang mencapai 30 hingga 100 cm menyebabkan sedikitnya 2.855 rumah terdampak, serta merusak satu fasilitas ibadah dan satu fasilitas pendidikan. Petugas dari BPBD setempat langsung melakukan evakuasi warga, pendataan, hingga penyaluran bantuan logistik. Meski air telah berangsur surut, pemantauan terus dilakukan guna mengantisipasi banjir susulan.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah, yang berdampak pada sembilan desa di tiga kecamatan. Sebanyak 219 kepala keluarga terdampak, dengan rincian terbanyak di Kecamatan Karang Tinggi. Kondisi terkini menunjukkan air telah surut, namun koordinasi lintas instansi tetap dilakukan untuk memastikan keamanan warga.

Sementara itu, di Kabupaten Banjar, banjir merendam Desa Tanah Abang dengan tinggi muka air mencapai 130 cm. Sebanyak 74 kepala keluarga atau 180 jiwa terdampak. Meski kondisi sudah membaik, wilayah ini masih berpotensi mengalami banjir kembali karena letaknya yang lebih rendah dibanding daerah sekitarnya.

Tidak hanya banjir, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang juga melanda Kabupaten Nganjuk. Peristiwa ini menyebabkan 62 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap, serta menumbangkan sejumlah pohon yang turut merusak fasilitas umum seperti tempat pemakaman.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa peralihan musim hujan ke kemarau yang rawan memicu cuaca ekstrem. Selain banjir dan angin kencang, potensi bencana lain seperti puting beliung, gelombang tinggi, hingga gempa bumi juga perlu diantisipasi.

Masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana, memantau kondisi lingkungan secara berkala, khususnya bagi yang tinggal di bantaran sungai, serta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan instansi terkait sebagai langkah mitigasi dini.