Hadapi Gejolak Global, Pemerintah Perkuat Sektor Ketenagakerjaan

0
94
Foto: Kemnaker

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah menegaskan bahwa peluang kerja di Indonesia tetap terbuka meski di tengah tekanan ketidakpastian global. Sejumlah langkah antisipatif pun disiapkan untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja serta mempermudah pencari kerja dalam mengakses lowongan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, respons cepat menjadi kunci agar dinamika geopolitik global tidak berdampak luas terhadap sektor ketenagakerjaan nasional. “Indonesia tidak bisa menunggu hingga masalah muncul. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil,” ujarnya saat membuka Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan sistem peringatan dini terkait pemutusan hubungan kerja (PHK), memperkuat dialog antara perusahaan dan pekerja, serta mempercepat program pelatihan dan peningkatan keterampilan.

Menurut Yassierli, penguatan sektor ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja. Sinergi ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja.

Ia juga menyoroti adanya kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Di satu sisi, lapangan kerja tersedia, namun di sisi lain informasi serta kualifikasi belum sepenuhnya terhubung.

Untuk menjembatani hal tersebut, pemerintah mendorong perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi rekrutmen sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja.

Selain itu, penguatan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri menjadi prioritas. Pemerintah juga mengajak dunia usaha, termasuk AmCham, untuk terlibat langsung dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja, khususnya pada level low hingga medium skill. “Selain membuka peluang kerja, kita juga mendorong akses yang setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga kesempatan yang adil bagi semua,” tegasnya.

Menaker juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), akan membawa perubahan signifikan pada struktur pekerjaan. Oleh karena itu, pasar kerja nasional harus semakin adaptif, inklusif, dan responsif terhadap transformasi tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dan industri guna menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.