Harga Tembaga Global Diprediksi Terus Naik hingga 2032

0
42

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan harga tembaga global akan terus meningkat hingga 2032 akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Proyeksi ini dinilai sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat struktur ekonomi melalui kebijakan industrialisasi dan hilirisasi, sekaligus menghindari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa hingga 2032, pasokan tembaga tidak lagi sebanding dengan permintaan sehingga harga dipastikan akan terdorong naik.

Berdasarkan data London Metal Exchange, harga tembaga menunjukkan fluktuasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, harga berada di kisaran 7.000–8.000 dolar AS per ton, lalu meningkat tajam hingga sempat mencapai sekitar 13.000 dolar AS per ton pada Januari–Februari 2026.

Tri Winarno menegaskan bahwa sektor pertambangan masih memiliki prospek yang cerah karena kebutuhan bahan baku tetap tinggi secara global. Ia menambahkan, negara-negara maju yang tergabung dalam G7 telah membuktikan bahwa pemanfaatan bonus demografi yang didukung industrialisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, selama kebutuhan bahan baku masih besar dan belum sepenuhnya digantikan oleh proses daur ulang, industri pertambangan akan tetap relevan di masa depan, meskipun muncul kekhawatiran terkait deindustrialisasi.

Selain itu, pemerintah menekankan bahwa keberhasilan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Pengembangan kapasitas SDM di Indonesia saat ini terus dilakukan guna mendukung penguatan ekosistem industri nasional.