Kemendag Dorong UMKM Go Global, Melbourne Jadi Pintu Masuk

0
39
Indo Haus Market Pop Up Store (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di Canberra bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Jakpreneur Provinsi DKI Jakarta mempercepat ekspor UMKM lewat rangkaian kegiatan promosi di Melbourne, Australia. Program ini melibatkan 42 produk unggulan UMKM, termasuk lima Produk Pilihan Busan, untuk diuji langsung ke pasar Australia.

Kegiatan diawali dengan Indonesian Street Food Festival (ISFF) di Queen Victoria Market pada 28–29 Maret 2026. Festival kuliner ini menarik puluhan ribu pengunjung dari warga lokal dan diaspora internasional. Atase Perdagangan RI Canberra Agung Haris Setiawan menyebut, pendekatan diplomasi kuliner menjadi cara efektif untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia sekaligus mendorong pembelian langsung produk UMKM.

Rangkaian promosi berlanjut melalui Indo Haus Market Pop Up Store pada 30 Maret–2 April 2026 di pusat bisnis Melbourne. Selama kegiatan, transaksi ritel tercatat lebih dari AUD 5.500. Selain penjualan, pelaku UMKM juga memperoleh umpan balik langsung dari konsumen. Sekitar 30–40 persen produk bahkan dinilai berpotensi mendapatkan pesanan ulang dalam skala lebih besar, menandakan daya saing produk Indonesia di pasar Australia cukup kuat.

Tak hanya berfokus pada penjualan, program ini juga menghadirkan Specific Trade Dialogue yang menyasar diaspora dan pelajar Indonesia. Melalui sinergi dengan program Campuspreneur, kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa agar mampu menjadi importir mandiri maupun reseller produk Indonesia. Strategi ini menempatkan diaspora sebagai ujung tombak distribusi, sekaligus memperpendek rantai pasok UMKM di luar negeri.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari komunitas pelajar. Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia, Muhammad Hadiyan Ridho, menilai program ini memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam ekosistem ekspor. Hal senada disampaikan Presiden Mata Garuda Australia New Zealand, Jonathan Hasian Haposan, yang melihat kolaborasi ini sebagai peluang membangun jaringan distribusi berkelanjutan.

Melihat respons pasar yang tinggi, para pelaku UMKM berharap program serupa dapat terus diperluas ke negara lain. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta diaspora dinilai menjadi model efektif untuk membuka akses pasar global dan memperkuat posisi produk Indonesia di kancah internasional.