(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional sebagai pilar utama menuju visi Indonesia Emas, salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan siap kerja.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor industri pengolahan non-migas tetap menunjukkan ketangguhan di tengah tekanan global. “Kemenperin proaktif menjaga ketahanan industri manufaktur karena sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (10/4).
Kinerja positif ini tercermin dari capaian Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level 50,1 pada Maret 2026—masih dalam zona ekspansi. Selain itu, industri pengolahan tumbuh 5,40 persen dengan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan IV 2025.
Dalam upaya menjaga momentum tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin memainkan peran strategis melalui penguatan pendidikan vokasi. Program ini dijalankan di berbagai unit pendidikan, termasuk sekolah menengah kejuruan dan balai diklat industri yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa program kelas industri menjadi salah satu andalan dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Program ini dirancang melalui kolaborasi erat dengan dunia usaha, mulai dari penyusunan kurikulum hingga praktik kerja langsung di industri.
Hasilnya, sebanyak 111 siswa berhasil lulus dari program kelas industri yang bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk. Rinciannya, 26 lulusan berasal dari SMK-SMTI Pontianak dan 85 lulusan dari SMK-SMTI Padang.
Yang lebih membanggakan, sebanyak 73 lulusan langsung terserap bekerja di Mayora. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program vokasi Kemenperin mampu menghasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Perwakilan perusahaan, Soekma Swasono Darmawan, mengungkapkan bahwa lulusan dari sekolah Kemenperin memiliki keunggulan kompetitif. Bahkan, mereka menjadi satu-satunya yang langsung masuk program Mayora Academy dan berpeluang menjadi karyawan tetap setelah masa probation enam bulan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wulan Aprilianti Permatasari yang berharap para lulusan terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri nasional.
Saat ini, Kemenperin juga membuka peluang bagi generasi muda untuk bergabung melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang masih dibuka hingga Mei 2026.
Melalui berbagai langkah strategis ini, Kemenperin menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing di pasar global sekaligus memperkuat fondasi industri manufaktur Indonesia.









