Menuju Forum Asia Pasifik 2026, Kendari Perkuat Ekonomi Kreatif

0
67
Menteri Ekraf Dukung Kota Kendari Manfaatkan Momentum Jadi Tuan Rumah Forum Se-Asia Pasifik (Foto: Kemenekraft)

(Vibizmedia – Industry) Kota Kendari bersiap menjadi tuan rumah ajang internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting dan Asia Pacific Forum 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026. Kesiapan ini dikoordinasikan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memaksimalkan momentum forum internasional ini, tidak hanya sebagai ajang diplomasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kendari. Ia menilai forum ini berpotensi besar mengangkat nama Indonesia di tingkat global sekaligus mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis kreativitas daerah.

Menurutnya, forum UCLG ASPAC menjadi ruang strategis bagi para pemimpin daerah di Asia Pasifik untuk bertukar kebijakan dan memperkuat kapasitas pembangunan. Lebih dari itu, ajang ini juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk dan potensi ekonomi kreatif lokal ke pasar internasional.

Kementerian Ekonomi Kreatif, lanjutnya, siap berperan sebagai akselerator melalui promosi produk unggulan serta penguatan ekosistem kreatif. Dukungan tersebut diperkuat dengan regulasi daerah, seperti Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif yang telah dimiliki Kota Kendari.

Ia menambahkan, subsektor seperti kuliner, kriya, fesyen, hingga seni pertunjukan memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat global jika didukung secara konsisten.

Sementara itu, Wali Kota Kendari menyatakan optimismenya dalam menyukseskan agenda internasional tersebut. Dengan dukungan infrastruktur, termasuk konektivitas melalui Bandar Udara Haluoleo, serta penguatan kelembagaan melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kendari dinilai siap menjadi tuan rumah.

Dengan jumlah penduduk sekitar 355 ribu jiwa, Kendari juga melihat ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan inklusif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Audiensi ini sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dimulai dari penguatan potensi lokal menuju panggung global.