Perkuat Ekspor, KKP Genjot Penerapan Stelina di Sektor Perikanan

0
46
Foto: KKP

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pelaku usaha perikanan untuk mengadopsi Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) sebagai strategi meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Penerapan sistem ini sejalan dengan pengembangan sektor perikanan berkelanjutan, sekaligus menjamin transparansi rantai pasok serta pemanfaatan sumber daya yang sesuai dengan daya dukung ekosistem.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menegaskan bahwa tuntutan pasar global kini tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada legalitas, transparansi, ketertelusuran, serta penerapan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam rantai pasok.

Ia menjelaskan, konsumen global semakin membutuhkan informasi jelas mengenai asal-usul produk, termasuk metode penangkapan atau budi daya serta dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, sistem ketertelusuran kini menjadi kebutuhan utama, bukan lagi sekadar pilihan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KKP telah menggelar Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop pada 8 April 2026 untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan sistem ini. Stelina dihadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Selain itu, program prioritas pemerintah seperti pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem ketertelusuran, sehingga tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga mampu terhubung dengan pasar global.

KKP menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, sangat penting dalam memperkuat sistem ketertelusuran nasional. Workshop yang diselenggarakan menjadi momentum untuk mempererat sinergi dalam membangun sistem yang lebih terintegrasi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menyebut Stelina sebagai solusi kolaboratif berbasis interoperabilitas antarsistem, yang dilengkapi teknologi QR code untuk mendukung integrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui sistem ini, setiap tahapan perjalanan produk perikanan—mulai dari proses tangkap atau budi daya hingga sampai ke konsumen—dapat ditelusuri secara transparan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk perikanan Indonesia.

Ia juga menambahkan, sistem ini dapat menjawab isu negatif terkait praktik illegal fishing maupun produksi yang tidak ramah lingkungan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP dalam menjalankan ekonomi biru guna menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk memastikan aktivitas perikanan dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.