
(Vibizmedia – Jakarta) Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional memasuki fase baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Perum Bulog mulai menjajaki pemanfaatan teknologi iradiasi berbasis nuklir untuk menjaga kualitas sekaligus memperpanjang masa simpan beras.
Inisiatif ini ditandai dengan kunjungan teknis dan diskusi di fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) di kawasan GA Siwabessy, Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis kedua lembaga pada Februari 2026 dalam mendorong inovasi pangan berbasis riset.
Dalam kunjungan tersebut, tim Bulog meninjau langsung proses iradiasi menggunakan akselerator elektron, mulai dari sistem konveyor hingga ruang iradiasi. Teknologi ini dinilai efektif untuk mengendalikan hama, menekan pertumbuhan mikroorganisme, serta menjaga mutu beras tanpa mengubah sifat alaminya.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bahkri, menyampaikan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan ketahanan pangan.
“Teknologi iradiasi memiliki potensi besar dalam menjaga kualitas beras selama penyimpanan. Kolaborasi dengan Bulog diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi ini secara nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
Dari sisi operasional, Bulog melihat teknologi ini sebagai peluang untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional. Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menilai bahwa peningkatan masa simpan beras akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga.
“Jika kualitas beras bisa dipertahankan lebih lama, pengelolaan stok dan distribusi akan menjadi lebih efisien. Ini penting untuk menjaga stabilitas pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Logistic Supply Chain Bulog, Joko Suryono, menambahkan bahwa penerapan teknologi iradiasi dalam sistem logistik BULOG masih membutuhkan kajian lebih lanjut, terutama dari sisi teknis dan keekonomian.
Ke depan, kedua lembaga akan memperdalam analisis teknoekonomi, menyusun draft kerja sama, serta mengidentifikasi kebutuhan uji coba pada komoditas beras. Koordinasi dengan operator fasilitas juga akan diperkuat untuk memastikan kesiapan implementasi di lapangan.
Kolaborasi BRIN dan Bulog ini menegaskan pentingnya peran inovasi teknologi—termasuk teknologi nuklir—dalam membangun sistem logistik pangan yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.








