
(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong perluasan pasar ekspor nontradisional dengan membidik sejumlah negara potensial seperti Hong Kong, Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, dan Oman. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan business networking guna mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra dagang internasional.
Dalam kegiatan yang digelar di Ruang Permanent Trade Exhibition, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026), Kemendag memfasilitasi pertemuan antara empat perusahaan eksportir anggota InaExport dengan perwakilan kedutaan besar enam negara serta Hong Kong Trade Development Council (HKTDC).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat akses pasar ekspor Indonesia, khususnya ke negara-negara nontradisional.
Menurutnya, forum tersebut memberi kesempatan bagi eksportir untuk memaparkan keunggulan produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama dagang yang lebih luas dengan mitra internasional.
Empat perusahaan yang terlibat dalam kegiatan ini yakni PT Queen Pacific Sukses Abadi (produk alas kaki), PT Oneject Indonesia (alat kesehatan seperti jarum suntik sekali pakai), PT Allana Maju Berdaya (kerajinan tangan bernilai seni), serta PT Salaku Cara Enak Makan Salak (produk makanan dan minuman berbahan baku salak).
Puntodewi menegaskan, produk-produk yang ditampilkan merupakan unggulan nasional dengan potensi besar untuk menembus pasar di kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Timur Tengah.
Pelaku usaha pun menyambut positif inisiatif tersebut. Pemilik PT Allana Maju Berdaya, Titin Dwi Isnaini, menilai kegiatan ini membuka peluang jejaring tidak hanya dengan mitra luar negeri, tetapi juga antar pengusaha dalam negeri. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin dengan melibatkan lebih banyak perwakilan negara.
Sementara itu, Direktur Utama PT Queen Pacific Sukses Abadi, Surianti, melihat peluang besar bagi produknya untuk menjangkau pasar baru dengan permintaan tinggi, terlebih Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi tarif dibanding negara pesaing.
Dari sektor alat kesehatan, PT Oneject Indonesia juga mendorong agar kegiatan serupa ke depan menghadirkan regulator dari negara tujuan ekspor. Hal ini dinilai penting agar diskusi dapat lebih teknis dan mempercepat proses penetrasi pasar.
Melalui langkah ini, Kemendag berharap jejaring bisnis yang terbangun dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional sekaligus memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar global nontradisional.








