Kurangi Angka Stunting, Pemerintah Libatkan Semua Elemen Masyarakat dan Edukasi

0
589

(Vibizmedia – Jakarta) Stunting atau gagal tumbuh menjadi ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, yang juga dapat mengancam kemampuan daya saing bangsa.

Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo sampaikan bahwa Stunting tidak hanya secara fisik tumbuh pendek atau kerdil untuk usianya, tapi juga mengganggu perkembangan otaknya, yang selanjutnya akan mempengaruhi daya serap dan prestasi di sekolah, mempengaruhi produktivitas, dan mempengaruhi kreativitas di usia-usia yang produktif, ungkapnya, Kamis (5/4).

Untuk itu, dirinya juga menekankan, bahwa upaya penurunan angka stunting adalah kerja bersama yang harus melibatkan semua elemen masyarakat.

Kerjasama ini terutama ibu-ibu PKK dan juga perlu pengaktifan kembali secara maksimal fungsi-fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di kampung, di desa-desa, jelas Presiden.

Perlu dibuatkan segera rencana aksi yang lebih terpadu, lebih terintegrasi yang mempunyai dampak yang konkret di lapangan. Mulai dari intervensi pada pola makan, pada pola asuh, dan juga yang berkaitan dengan sanitasi.

Selama 3 tahun belakangan ini, pemerintah sudah membagi biskuit untuk ibu hamil dan balita. Namun menurut Presiden itu belum cukup. Perlu dilengkapi lagi dengan ikan, susu, telur, dan kacang hijau.

Selain itu, yang menjadi perhatian pemerintah adalah sanitasi pelayanan dasar ketersediaan air bersih dan juga mandi, cuci, kakus (MCK).

Ditambah lagi, disisi lain, mengedukasi publik dengan Gerakan Hidup Sehat harus lebih digencarkan lagi  agar lingkungan tempat tumbuh kembang anak-anak menjadi sebuah lingkungan yang sehat.

Journalist : Rully

Editor : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here