Neraca Perdagangan September 2018 Surplus, Presiden Apresiasi Jajarannya

0
694

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja kabinet kerja dalam menjaga perekonomian serta keberhasilan membuat surplus neraca perdagangan Indonesia per September 2018.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan September kita semua ada surplus USD 230 juta kurang lebih ini juga memperlihatkan arah perkembangan yang baik dari kinerja perekonomian kita, ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10).

Baginya, neraca perdagangan Indonesia yang surplus per September 2018 karena konsentrasi pemerintah dalam mengendalikan laju impor dan meningkatkan kinerja ekspor.

Karena rapat-rapat yang lalu kita konsentrasi untuk mengendalikan impor dan meningkatkan ekspor, jelas Presiden.

Meskipun telah mencapai surplus , Presiden tetap mengingatkan kepada seluruh menteri kabinet kerja agar tidak cepat puas dengan hasil neraca perdagangan di September 2018.

Dirinya meminta jajarannya di kabinet kerja untuk terus melakukan banyak terobosan dalam mengendalikan impor dan meningkatkan ekspor.

Dipantau terus di lapangan sehingga bulan-bulan ke depan masih juga surplus. Saya juga minta para menteri bekerja lebih detail dalam rangka peningkatan ekspor baik migas dan non migas, tolong migas dilihat dan non migas juga terus dilihat, tegasnya.

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada bulan September mengalami surplus USD 227 juta. Angka ini didasarkan pada realisasi ekspor USD 14,83 miliar dan impor USD 14,60 miliar.

 

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here