Kementerian PUPR Alihkan Anggaran untuk Refocusing Sebesar Rp 1,82 Triliun

0
774
Ilustrasi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. FOTO: KEMENTERIAN PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan refocussing kegiatan pekerjaan yang bersifat mendesak dengan anggaran sebesar Rp1,829 triliun.

Pekerjaan yang bersifat mendesak tersebut terdiri dari pembangunan fasilitas penampungan/observasi/karantina di Pulau Galang, Kota Batam, renovasi/rehabilitasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, penyelesaian Rumah Sakit Akademi UGM sebagai RS Rujukan Penanganan COVID-19 di Yogyakarta.

Selain itu juga digunakan untuk kebutuhan internal mendesak mengatasi Pandemi COVID-19 di lingkungan Kementerian PUPR di seluruh Indonesia, baik untuk peningkatan daya tahan tubuh seluruh staf PUPR (44.000 orang) dan sterilisasi Kantor-Kantor PUPR, termasuk seluruh Balai Besar/Balai Wilayah.

Dalam memitigasi dampak Covid-19, bersama dengan DPR RI, Kementerian PUPR prioritaskan serta percepat realisasi Program Padat Karya Tunai/Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).

Untuk tahun 2020 ini, anggaran Program Padat Karya Tunai dialokasikan sebesar Rp10,22 triliun guna meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran, khususnya di kawasan perdesaan.

Program PKT mencakup Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), percepatan pengembangan tata guna air irigasi (P3TGAI), pembuatan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH), pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), serta Bantuan Stimulan Rumah Swadaya.

Basuki menyampaikan dalam refocussing kegiatan untuk mitigasi dampak COVID-19, pihaknya juga melaksanakan pembelian resin produksi Perhutani sebesar 800 ton untuk pengecatan marka jalan, pembelian karet langsung dari petani sebagai bahan campuran aspal karet di sejumlah wilayah produsen karet, seperti Lampung, Sumsel, Jambi, Kaltim, Kalsel dan Kalbar.

Selain itu juga dengan stimulus fiskal di sektor perumahan, juga terdapat Subsidi Perumahan berupa Subsidi Selisih Bunga dan Bantuan Uang Muka dengan target sasaran 175.000 unit sebesar Rp1,5 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here