Pada pertemuan Dewan kebijakan di Bank Sentral Australia hari ini (6/5/2015), RBA memutuskan untuk memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 2,0 persen dan efektif diberlakukan per 6 Mei 2015. Keputusan ini diambil oleh Gubernur RBA, Glenn Stevans, atas pertimbangan pertumbuhan ekonomi global yang saat ini berkembang pada kecepatan yang moderat, ditambah lagi dengan harga komoditas yang terus turun sejak tahun lalu.
Keputusan ini diambil RBA dengan alasan rendahnya harga komoditas dan perlambatan di Tiongkok yang merupakan mitra dagang Australia telah menghambat pertumbuhan ekonomi negaranya. Selain itu The Federal Reserve AS yang juga diperkirakan akan mulai meningkatkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini, juga memberi tekanan pada RBA untuk melonggarkan kebijakan moneternya agar tetap diminati investor asing.
Berdasarkan berita yang ada, tren permintaan dari sektor rumah tangga di Australia selama enam bulan terakhir menunjukkan kenaikan karena didorong oleh pertumbuhan yang kuat pada pasar tenaga kerjanya. Namun ke depan, jumlah permintaan dari pihak swasta baik dari perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan maupun non-pertambangan cenderung akan melemah.
Stephanie Rebecca/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens







