Dorong Produksi Galangan Kapal Nasional, Untuk Penuhi Kebutuhan Nasional

0
838
Presiden Joko Widodo Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Saat Rapat Terbatas Membahas Industri Galangan Kapal Nasional di Kantor Presiden, 29 Juni 2015. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Sebagai negara maritim, selama ini Indonesia masih berpusat pada eksplorasi dan pengolahan wilayah daratan juga pemanfaatan potensi ekonomi laut, belum dilakukan secara maksimal, perlu diakui bahwa wilayah Indonesia merupakan menjadi jalur penting perdagangan dunia sejak dahulu kala, khususnya wilayah Selat Malaka.

Beberapa titik strategis yang menjadi andalan perairan di Indonesia antara lain Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makassar dan Selat Malaka karena dilalui 40% kapal-kapal perdagangan dunia.

Potensi inilah yang mendorong pemerintahan Jokowi JK, untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang berbasis kekayaan bahari dan keunggulan geostrategis, melalui penguatan konektivitas nasional yang berpusat pada sistem transportasi nasional.

Bukan hanya menghubungkan antar pulau tapi juga kawasan regional maupun internasional. Guna mencukupi kebutuhan nasional, perlunya produksi kapal sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Dengan waktu tunggu pembangunan kapal dengan rata-rata mencapai 5 bulan, berdasarkan fakta bahwa pemanfaatan galangan kapal nasional hanya 14% oleh pemilik kapal nasional yang justru memilih pembangunan kapal baru yang berasal dari galangan kapal luar negeri.

Dengan potensi industri galangan kapal nasional mencapai 250 galangan yang dimiliki Indonesia, 105 galangan diantaranya berada di Batam, kepulauan Riau dan sisanya berada di Jawa dan Kalimantan.

Galangan kapal nasional justru 86% nya merupakan pesanan luar negeri yang berasal dari Singapura, Hongkong, Jerman, Denmark, Italia, Panama dan Afrika Selatan. Yang menjadi kelemahan dari galangan kapal nasional, perlunya investasi fasilitas produksi dan pengembangannya.

Sulitnya berproduksi secara efisien oleh karena dukungan dari industri komponen masih minim karena terbatasnya bahan baku besi baja maupun peralatan teknis lainnnya dan masih tergantung terhadap impor.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here