
(Vibizmedia – Nasional) Terjadinya penurunan harga komoditas di pasar global mengakibatkan terganggunya konsumsi domestik yang terdiri dari konsumsi masyarakat dan swasta.
Tren perlambatan pada ekonomi domestik yang terus terjadi, mendorong para dunia usaha dan masyarakat mengharapkan adanya stimulus dari kebijakan fiskal pemerintah. Upaya antisipasi perlambatan ekonomi global menjadi tidak maksimal dikarenakan realisasi belanja modal pemerintah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 hingga semester I-2015 baru mencapai 33%.
Untuk memenuhi kebutuhan investasi dalam pelaksanaan program pembangunan, pemerintah melakukan peningkatan kemampuan dalam mengoptimalkan dana masyarakat melalui sektor keuangan untuk membiayai investasi atau melalui inklusi keuangan yang menjadi pilar dalam stabilitas keuangan.
Presiden Joko Widodo mengatakan ekonomi kita beberapa tahun terakhir sebenarnya sudah menuju tren yang sudah semakin tidak suistanable, ungkapnya dalam acara Presiden menjawab tantangan ekonomi, Kamis (9/7). Beberapa contoh diantaranya seperti kredit perbankan yang hampir tumbuh 20% pertahun, sementara ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5%-6% per tahun dan kredit konsumsi seperti kredit membeli sepeda motor dan kredit membeli mobil sudah berlebihan.
Dihadapan para pelaku usaha presiden mengatakan sudah tidak bisa menunda lagi untuk melakukan reformasi perekonomian secara fundamental perombakan ekonomi yang harus dijalankan pemerintah harus mendalam dan harus menyeluruh, meskipun sakit dan pahit, katanya kepada para pelaku usaha untuk tidak boleh menundanya, ditambahkan bahwa tidak ada kemajuan tanpa ada pengorbanan.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








