Kemendag Percepat dan Permudah UMKM BISA Ekspor

0
530
UMKM
Ilustrasi produk UMKM. FOTO: PEMKAB BLITAR

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk mempermudah segala bentuk kegiatan ekspor yang dilakukan pelaku UMKM dengan mendorong jalannya program UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor.

Menurutnya, program UMKM BISA Ekspor merupakan salah satu program prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kemendag pun mengumpulkan para pembina UMKM dan agregator untuk memetakan masalah-masalah terkait ekspor agar dalam waktu dekat dapat ditindaklanjuti.

“Target kami, ekspor UMKM bisa dipercepat, dipermudah, dan meningkat. Dari forum dialog ini, kami lihat UMKM, pembina, hingga agregator punya semangat yang sama,” ungkap Budi dalam keterangannya, pada Sabtu, 9 November 2024 lalu.

Selain itu, langkah lain yang akan dilakukan adalah dengan menyusun kalender kegiatan ekspor yang berisi jadwal-jadwal promosi maupun penjajakan kesepakatan dagang (business matching). Menurut Mendag Budi, upaya-upaya promosi di luar negeri akan memaksimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri.

Dalam hal ini, Mendag Budi juga mengajak para pelaku UMKM, agregator, dan pembina ekspor untuk menghubungi para perwakilan perdagangan dalam mencari calon pembeli. Untuk keikutsertaan pada pameran internasional, produk-produk yang dipamerkan harus lolos kurasi sehingga produk Indonesia memiliki standar yang konsisten.

“Kami akan berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan bersama ini,” ucap Budi.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Salah satu kontributor pertumbuhan ekspor nasional adalah kinerja ekspor.

Agar pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai, Kemendag menargetkan ekspor nasional dapat tumbuh 7,1 persen pada 2025 hingga 9,6 persen pada 2029. Salah satu upayanya, melalui Program UMKM BISA ekspor.

“Kontribusi ekspor UMKM periode Januari—Agustus 2024, berdasarkan instrumen Surat Keterangan Asal (SKA), baru mencapai 6,8 persen dengan nilai USD11,6 miliar. Untuk itu, peningkatan UMKM BISA Ekspor ditujukan untuk mendorong kontribusi ekspor UMKM terhadap ekspor nasional,” kata Budi.